Daftar 9 Ulama yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

KH Ahmad Dahlan, dok: Muhammadiyah.or.id

Daftar 9 Ulama yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Putri Purnama Sari • 18 August 2026 08:00

Jakarta: Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa. Perjuangan tersebut tidak hanya dilakukan melalui medan perang, tetapi juga melalui pendidikan, dakwah, organisasi, dan gerakan kebangsaan.

Sejumlah ulama turut mengambil peran dalam perjalanan perjuangan Indonesia. Mereka berkontribusi dalam membangun pendidikan, menggerakkan masyarakat, melawan penjajahan, hingga mempertahankan kemerdekaan.

Berikut 9 ulama yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa dan perjuangannya bagi Indonesia.

1. KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah yang lahir di Yogyakarta pada 1868. Ia dikenal sebagai tokoh pembaru pendidikan Islam yang berupaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Melalui Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan mendirikan sekolah dan mengembangkan berbagai kegiatan sosial. Upayanya tidak hanya berfokus pada pendidikan agama, tetapi juga mendorong kemajuan kehidupan masyarakat. Atas jasa dan perjuangannya, KH Ahmad Dahlan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1961.

2. KH Hasyim Asy'ari

KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus salah satu ulama berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ia mendirikan Pesantren Tebuireng dan berperan besar dalam pendidikan Islam serta perjuangan kebangsaan.

Setelah Indonesia merdeka, KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang mendorong umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan. Atas jasa-jasanya, KH Hasyim Asy'ari ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1964.

3. KH Zainal Mustafa

KH Zainal Mustafa merupakan ulama asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dikenal berani menentang pendudukan Jepang.

Ia menolak kebijakan seikerei, yakni kewajiban membungkukkan badan menghadap arah Tokyo, karena dinilai bertentangan dengan keyakinan Islam. Pada 1944, KH Zainal Mustafa memimpin perlawanan rakyat di Singaparna.

Ia kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah pendudukan Jepang. Atas keberanian dan perjuangannya melawan penjajahan, KH Zainal Mustafa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1972.

4. KH Ahmad Sanusi

KH Ahmad Sanusi merupakan ulama asal Sukabumi yang aktif dalam bidang pendidikan, dakwah, dan perjuangan kebangsaan.

Ia mendirikan Al-Ittihadijatoel Islamijjah yang kemudian berkembang menjadi Persatuan Ummat Islam (PUI). Selain aktif dalam pendidikan dan dakwah, KH Ahmad Sanusi juga terlibat dalam persiapan kemerdekaan Indonesia sebagai anggota BPUPKI.

Atas kontribusinya dalam perjuangan kebangsaan, KH Ahmad Sanusi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2022.

5. KH Raden As'ad Syamsul Arifin

KH Raden As'ad Syamsul Arifin merupakan ulama dan tokoh NU yang dikenal sebagai pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur.

Ia turut menggerakkan santri dan masyarakat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, KH Raden As'ad Syamsul Arifin memiliki peran dalam perkembangan NU dan pendidikan pesantren.

Atas jasa dan perjuangannya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2016.

6. KH Abdul Chalim

KH Abdul Chalim merupakan ulama asal Majalengka, Jawa Barat, dan salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan NU.

Ia aktif dalam bidang pendidikan dan dakwah serta terlibat dalam membangun jaringan perjuangan bersama para ulama pada masa pergerakan nasional.

Perjuangan KH Abdul Chalim turut berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan kehidupan keagamaan masyarakat. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2023.

7. KH Noer Ali

KH Noer Ali merupakan ulama sekaligus pejuang kemerdekaan asal Bekasi, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang menggerakkan perjuangan masyarakat Bekasi dalam menghadapi pasukan penjajah setelah Indonesia merdeka.

KH Noer Ali juga berperan dalam perjuangan melalui Laskar Hizbullah, yang menjadi salah satu kekuatan dalam mempertahankan kemerdekaan. Atas jasa dan perjuangannya, KH Noer Ali ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2006.

8. KH Abdul Wahid Hasyim

KH Abdul Wahid Hasyim merupakan ulama dan tokoh NU. Ia adalah putra KH Hasyim Asy'ari yang sejak usia muda telah aktif dalam pendidikan, organisasi, dan perjuangan kebangsaan.

Setelah Indonesia merdeka, KH Abdul Wahid Hasyim dipercaya mengemban sejumlah jabatan penting. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Agama pada 1949-1952. KH Abdul Wahid Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1964.

9. KH Mas Mansyur

KH Mas Mansyur merupakan ulama dan tokoh Muhammadiyah yang aktif dalam pergerakan nasional. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, dan organisasi Islam untuk membangun kesadaran masyarakat.

Pada masa pendudukan Jepang, KH Mas Mansyur menjadi salah satu anggota Empat Serangkai bersama Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. Atas kontribusinya dalam perjuangan bangsa, KH Mas Mansyur dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1964.


(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)