Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Dibuka ke Zona Hijau di Level 6.700
Eko Nordiansyah • 9 September 2026 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 9 September 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.700,839.
IHSG dibuka dibuka menguat 14,40 poin atau 0,22 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,90 poin atau 0,14 persen ke posisi 666,48.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG juga bergerak menguat sebanyak 7,642 poin setara 0,11 persen ke level 6.694,084. IHSG berada di level tertinggi 6.707 dan terendah di 6.677.
Sebanyak 319 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 210 saham emiten lainnya melemah, dan 201 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,122 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,473 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.728,098 triliun.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
IHSG diperkirakan cenderung mixed
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 8 September 2026, IHSG ditutup menguat 66,77 poin atau satu persen ke level 6.686,44. Penguatan sejumlah saham komoditas dan big caps turut menopang indeks.Penguatan tersebut juga didorong oleh kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi USD146,5 miliar, yang memperkuat persepsi terhadap stabilitas Rupiah dan ketahanan ekonomi Indonesia sehingga meningkatkan kepercayaan investor.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones turun 1,17 persen, DAX melemah 0,58 persen, dan CAC 40 terkoreksi 0,32 persen. Pelemahan tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik AS–Iran, yang meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Kondisi ini mendorong yield Treasury naik dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga menekan valuasi saham, terutama sektor teknologi yang sensitif terhadap suku bunga. Investor juga cenderung defensif menjelang rilis data inflasi AS, yang akan menjadi pertimbangan penting bagi keputusan The Fed pekan depan.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed sembari terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah yang berpengaruh terhadap harga minyak mentah dunia,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.