Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.577/USD Rabu, 9 September 2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.577/USD Rabu, 9 September 2026

Eko Nordiansyah • 9 September 2026 09:08

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami penguatan. Rupiah menguat saat dolar AS mengalami tekanan dari sentimen di dalam negerinya.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 9 September 2026, rupih berada di level Rp17.577 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 55 poin atau setara 0,31 persen dari Rp17.632 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.613 per USD. Rupiah bergerak menguat dari Rp17.631 per USD pada pembukaan perdagangan sebelumnya.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi bergerak di rentang Rp17.630 per USD hingga Rp17.670 per USD.

Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh para pejabat Iran yang memperingatkan infrastruktur minyak dan gas di seluruh wilayah Teluk dapat menjadi sasaran balasan atas serangan terhadap aset-asetnya.

Selain itu, fokus pasar adalah data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dijadwalkan akan rilis pada hari Kamis, diikuti oleh data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada hari Jumat. Angka inflasi yang lebih tinggi akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

"Pasar terus memperhitungkan peluang sekitar 60 persen bagi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan, yang mencerminkan dampak dari laporan nonfarm payrolls AS yang kuat pada pekan lalu," urai Ibrahim.

Di dalam negeri, gerak rupiah dipengaruhi oleh posisi cadangan devisa yang meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia mencapai USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang sebesar USD145,3 miliar.

(Eko Nordiansyah)