Iran Mulai Buka Sambungan Telepon Internasional, Internet Masih Diblokir

Ilustrasi jaringan kelistrikan. (Anadolu Agency)

Iran Mulai Buka Sambungan Telepon Internasional, Internet Masih Diblokir

Willy Haryono • 14 January 2026 11:15

Teheran: Iran mulai melonggarkan sebagian pemadaman komunikasi nasional dengan memulihkan jaringan sambungan telepon internasional, namun tetap memblokir akses internet domestik maupun internasional. Langkah ini diambil setelah berhari-hari aksi protes anti-pemerintah yang dipicu krisis ekonomi parah dan anjloknya nilai tukar rial Iran.

Menurut laporan, warga Iran kini dapat melakukan panggilan ke luar negeri menggunakan telepon seluler. Dilansir dari Yeni Safak, Rabu, 14 Januari 2026, pemulihan terbatas ini dilakukan setelah pemadaman total yang diperintahkan pekan lalu oleh badan keamanan tertinggi negara melalui Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi.

Meski demikian, otoritas menyatakan pelarangan internet secara luas akan tetap diberlakukan hingga pejabat menilai situasi keamanan telah sepenuhnya pulih, sebuah keputusan yang turut menjadi perhatian negara-negara tetangga seperti Turki yang memantau stabilitas kawasan.

Protes Ekonomi dan Respons Pemerintah

Aksi demonstrasi yang menyebar di Tehran dan kota-kota lain dipicu oleh memburuknya standar hidup serta depresiasi mata uang yang mencetak rekor. Pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menghasut apa yang mereka sebut sebagai “kerusuhan” dan “terorisme."

Pelonggaran terbatas pembatasan komunikasi ini bertepatan dengan laporan media lokal yang menyebut aksi protes mereda setelah penangkapan massal terhadap para demonstran dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah belum merilis angka korban tewas resmi, sehingga muncul laporan yang saling bertentangan. Media semi-resmi Iran menyebut 109 personel keamanan tewas.

Sementara itu, Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan sedikitnya 646 korban jiwa, termasuk demonstran dan aparat keamanan, dengan lebih dari 1.000 orang terluka.

Kepala Pusat Siber Nasional Iran Mohammad Amin Aqamiri menyatakan melalui media pemerintah bahwa “waktu untuk kembali ke kondisi normal akan diumumkan di kemudian hari,” mengindikasikan pengetatan digital tetap menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga kendali selama periode kerusuhan.

Baca juga:  Internet dan Jaringan Telepon Dilaporkan Lumpuh di Seluruh Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)