Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam lingkungan pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur. (Metro TV/ Akhmad Dian Noor)
Percikan Api Karhutla Merembet ke Plafon SMPN 8 Sampit
Akhmaddiannor • 22 September 2026 18:29
Kotawaringin Timur: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam lingkungan pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Percikan api dari lahan yang terbakar merembet hingga ke bangunan sekolah dan membakar bagian plafon.
Kepala SMP Negeri 8 Sampit, Irwandy Zuhairin, mengatakan api awalnya muncul di sisi kanan dan bagian belakang sekolah. Namun, api tiba-tiba membakar plafon yang diduga akibat percikan api dari lahan terbakar.
"Api tidak memungkinkan ke bagian pojok luar dari bangunan sekolah, tetapi mungkin ada faktor yang dari luar. Mungkin bunga api yang terbang sehingga mengenai salah satu plafon salah satu kelas," kata Irwandy di Kotawaringin Timur, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Irwandy, pembelajaran tatap muka belum memungkinkan dilakukan selama tiga hari ke depan. Kondisi asap dapat mengganggu proses belajar dan kesehatan siswa serta tenaga pendidik.
"Kondisi sekarang ini tidak memungkinkan dalam 2-3 hari untuk tatap muka," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Metro TV, api karhutla terlihat berada di sekitar lingkungan sekolah. Kepulan asap pekat dari lahan yang terbakar membumbung tinggi dan menyebar ke area sekolah.
Kobaran api yang berasal dari lahan terbakar merembet hingga mendekati tembok pagar sekolah. Angin kencang membuat api dengan cepat meluas hingga akhirnya membakar bagian plafon sekolah.
Beruntung, api yang membakar plafon dapat segera dipadamkan sehingga tidak merembet ke bagian lain bangunan sekolah.
Berdasarkan data BPBD Kotawaringin Timur, kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah wilayah. Sedikitnya terdapat 20 titik kebakaran yang sedang ditangani oleh tim satuan tugas (satgas) karhutla.