Kabut Asap Tebal Kiriman Kalimantan Selimuti Pulau Bintan

Kabut asap tebal menyelimuti wilayah pesisir di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu, 26 September 2026. ANTARA/Ogen

Kabut Asap Tebal Kiriman Kalimantan Selimuti Pulau Bintan

Silvana Febiari • 26 September 2026 17:49

Tanjungpinang: Stasiun BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menyebut Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), kembali diselimuti kabut asap tebal yang berasal dari Kalimantan. Kabut asap kiriman tersebut terbawa angin yang bertiup dari arah timur-tenggara menuju barat laut-utara.

"Berdasarkan citra sebaran asap tanggal 26 September, pukul 13.00 WIB, wilayah Kepri pada umumnya kembali terdeteksi asap yang berasal dari Kalimantan," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani, dilansir dari Antara, Sabtu, 26 September 2026. 

Khusus di Pulau Bintan, yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, kecepatan angin mencapai sekitar 5–20 kilometer per jam. Selain kabut asap, pertumbuhan awan hujan juga terpantau di sebagian wilayah utara Pulau Bintan.


BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut dapat mengganggu jarak pandang dan menurunkan kualitas udara.

"Perhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan," ujar Rizqi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker. Indeks kualitas udara saat ini relatif tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker," ujar Teguh.


Kabut asap menyelimuti perairan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Senin, 14 September 2026. ANTARA/Ogen

Kabut asap di Tanjungpinang juga mulai terasa mengganggu aktivitas warga setempat. Seorang warga Perumahan Kijang Kencana 3, Agung mengaku jarak pandang saat berkendara terganggu.

Ia harus menggunakan masker ketika bepergian dengan sepeda motor. Sebab, kualitas udara dampak kabut asap berisiko mengganggu pernapasan.

"Kami berharap pemerintah ikut membantu warga menghadapi kondisi kabut asap, salah satunya dengan menyediakan masker gratis," ucap Agung.

Hingga Sabtu sore, kabut asap masih menyelimuti wilayah Pulau Bintan. Bahkan, beberapa pulau kecil dari kejauhan tidak terlihat karena tertutup kabut asap tebal berwarna abu-abu.

(Silvana Febiari)