Ilustrasi katolik. Foto: Media Indonesia.
Rp20 Miliar Disalurkan untuk Rumah Ibadah dan Pendidikan Katolik
Ficky Ramadhan • 6 May 2026 18:10
Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama, menyalurkan bantuan lebih dari Rp20 miliar pada 2026. Dana tersebut untuk memperkuat dua sektor utama, yakni urusan keagamaan dan pendidikan Katolik di berbagai wilayah Indonesia.
"Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung kehidupan beragama dan peningkatan kualitas pendidikan umat Katolik," kata Direktur Jenderal Bimas Katolik Kemenag, Suparman di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Dia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kehidupan beragama. Sekaligus, peningkatan kualitas pendidikan umat Katolik.
"Kami berkomitmen memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," kata Suparman.
Sebagian besar anggaran, yakni lebih dari Rp14,4 miliar, dialokasikan untuk pembangunan dan renovasi sarana peribadatan. Dari jumlah tersebut, Rp450 juta digunakan untuk memperbaiki dua gereja, yaitu Paroki St. Vincentius A Paulo di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat sebesar Rp300 juta, serta Paroki Katedral Reinha Rosari di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur senilai Rp150 juta.
Ia menambahkan bahwa dukungan ini tidak hanya bersifat administratif. Tetapi, diarahkan untuk memberi dampak langsung bagi umat di berbagai daerah.
"Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa fasilitas peribadatan semakin layak dan representatif, serta lembaga pendidikan Katolik dapat meningkatkan mutu layanan bagi peserta didik," ujarnya.
Menurutnya, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah. Terutama, dalam memperluas akses layanan keagamaan dan pendidikan yang inklusif.
"Dukungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam menghadirkan layanan keagamaan yang merata, inklusif, dan berdaya hingga ke pelosok negeri," tuturnya.
Selain itu, porsi terbesar dari bantuan urusan agama difokuskan pada pembangunan fasilitas ibadah dan kompleks Basilika di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan nilai mencapai Rp13,99 miliar.
Di sektor pendidikan, Ditjen Bimas Katolik menyalurkan dana sebesar Rp5,64 miliar. Bantuan ini terdiri atas Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi Taman Seminarium.

Ilustrasi katolik. Foto: Media Indonesia.
Program BOS SMAK mencakup penyaluran Rp4,64 miliar kepada 20 lembaga di delapan provinsi. Nusa Tenggara Timur menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, yakni 12 SMAK, disusul Papua Selatan dengan dua lembaga, serta masing-masing satu lembaga di Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku, dan Papua Tengah.
Sementara itu, program BOP Taman Seminarium menyalurkan Rp999 juta yang menjangkau 64 lokasi di 19 provinsi. Nusa Tenggara Timur kembali menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 26 lokasi, diikuti Kalimantan Timur enam lokasi, serta Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan masing-masing lima lokasi.