Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono (25) yang dilaporkan hilang kontak saat mendaki di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 10 Mei 2026. (ANTARA/HO-
Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Selamat
Silvana Febiari • 11 May 2026 12:21
Bandung: Tim SAR gabungan berhasil menemukan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono (25) dalam kondisi selamat. Arief sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat mendaki di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.
Kapolsek Pameungpeuk Kompol Dedi membenarkan korban berhasil ditemukan di jalur pendakian Gunung Puntang melalui Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari.
“Alhamdulillah berhasil ditemukan dengan sehat,” kata Dedi, dilansir dari Antara, Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga :
Dedi menjelaskan korban ditemukan setelah keluar dari jalur awal pendakian dengan jarak sekitar delapan kilometer dari titik masuk pendakian. Selanjutnya, mahasiswa tersebut telah dibawa oleh petugas untuk diberikan pertolongan pertama.
"Mahasiswa masih dibawa ke tempat yang aman dulu," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Ade Dian Permana menjelaskan korban mendaki bersama dua rekannya menuju Puncak Mega dan tiba sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu, 9 Mei 2026.
Setelah beristirahat selama satu jam, rombongan memutuskan turun menuju basecamp Gunung Puntang. Namun, korban berjalan lebih dahulu meninggalkan dua rekannya.

Ilustrasi: Satu dari tujuh bangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai cagar budaya di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-ITB
Saat kedua rekannya tiba di basecamp sekitar pukul 16.00 WIB, korban belum juga kembali. Pencarian pun dilakukan secara mandiri bersama ranger basecamp hingga pukul 22.00 WIB, namun hasilnya masih nihil.
“Tim dari Kantor SAR Bandung diberangkatkan untuk melaksanakan asesmen dan pencarian bersama unsur SAR gabungan yang telah berada di lokasi,” ujar Ade.
Operasi pencarian kemudian melibatkan Kantor SAR Bandung, Brimob, dan Tim Ranger Pasir Kuda. Kegiatan ini didukung dengan peralatan, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta kendaraan evakuasi.