ilustrasi medcom.id
Puluhan Siswa SMP di Solo Terindikasi Gunakan Obat Keras
Triawati Prihatsari • 26 February 2026 18:58
Solo: Dua sekolah menengah pertama (SMP) di Solo teridentifikasi sebagai lokasi penyalahgunaan obat keras. Hal ini terungkap setelah puluhan siswa dari kedua SMP tersebut terindikasi menggunakan narkotika.
"Sudah ada di dua SMP. Ini sedang kita tindak lanjuti agar peredarannya bisa kita hambat. Indikasinya narkotika jenis obat keras. (Mereka sebagai) pengguna," ujar Wali Kota Solo Respati Ardi, di Solo, Kamis, 26 Februari 2026.
Informasi tersebut berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo. Penanganan kasus ini tidak hanya ditujukan pada siswa sebagai pengguna, tetapi juga menyasar lingkungan keluarga.
Terkait itu, pihaknya mengimbau orang tua untuk memperketat pengawasan dan pola asuh di rumah. "Pola asuh di rumah itu menjadi prioritas utama. Kami akan tindak tegas, termasuk memberikan pembinaan bagi orang tua murid yang anaknya terlibat," imbuh Respati.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Solo, Ventie Bernard Musak mengakui bahwa puluhan siswa SMP di Solo harus menjalani rehabilitasi akibat kecanduan obat terlarang hingga tembakau sintetis. Temuan ini berawal dari laporan pihak sekolah yang mencurigai perilaku siswa.
"Data klien kami di awal tahun ini ada kurang lebih 30-an siswa yang menjadi klien rehab kami yang ada di beberapa sekolah. Jenis-jenisnya ada obat daftar G, jenis misalnya Trihex, ada juga Alprazolam (psikotropika), terus juga ada tembakau sintetis," ungkap Ventie.

Ilustrasi. Metrotvnews.com.
Untuk penanganan, BNN Solo menerapkan strategi jemput bola dengan mengadakan rehabilitasi keliling ke sekolah-sekolah. Cara ini memungkinkan para siswa tetap mendapatkan pembinaan tanpa harus kehilangan hak pendidikan.
"Kita mendatangi, melakukan screening awal. Dalam screening itu kita bisa mengetahui apa yang digunakan, sejauh mana obat-obat yang digunakan jenis-jenis apa, kemudian kita rehab. Rehabilitasi lewat sekolah-sekolah," kata Ventie.