Mengenal Kapal Induk Drone Iran yang Bisa Luncurkan UAV dari Laut

Kapal induk drone milik Iran. (Creative Commons)

Mengenal Kapal Induk Drone Iran yang Bisa Luncurkan UAV dari Laut

Willy Haryono • 7 March 2026 17:06

Jakarta: Iran dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan konsep baru dalam kekuatan laut: kapal induk drone.

Berbeda dengan kapal induk tradisional yang membawa jet tempur, kapal jenis ini dirancang untuk meluncurkan dan mengoperasikan drone tempur dan pengintai (UAV) di laut.

Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi Iran untuk memperluas jangkauan militernya dengan biaya yang lebih rendah dibanding membangun kapal induk konvensional. Salah satu kapal paling terkenal adalah IRIS Shahid Bagheri, kapal kargo yang dimodifikasi menjadi kapal induk drone oleh angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC).

Berikut beberapa fakta penting tentang kapal induk drone Iran.

1. Iran Mengubah Kapal Kargo Menjadi Kapal Induk Drone

Kapal induk drone Iran tidak dibangun dari nol seperti kapal induk milik Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran mengonversi kapal komersial atau kapal tanker menjadi platform militer.

Contohnya adalah IRIS Shahid Bagheri, yang sebelumnya merupakan kapal kontainer bernama Perarin sebelum dimodifikasi antara 2022 hingga 2024.

Konversi ini memungkinkan Iran membangun kapal induk dengan biaya jauh lebih rendah dibanding negara besar.

2. Kapal Ini Bisa Meluncurkan Berbagai Jenis Drone

Kapal induk drone Iran dirancang untuk membawa dan meluncurkan drone pengintai, drone tempur, dan helikopter dari laut.

Shahid Bagheri memiliki landasan sepanjang sekitar 180 meter yang memungkinkan drone lepas landas dan mendarat langsung di kapal.

Drone tersebut dapat digunakan untuk pengawasan maritim, serangan presisi, maupun operasi intelijen.

3. Dilengkapi Rudal dan Sistem Pertahanan

Selain drone, kapal ini juga dipersenjatai dengan berbagai sistem militer.

Beberapa di antaranya termasuk rudal anti-kapal, sistem pertahanan udara, dan meriam otomatis untuk melindungi kapal dari ancaman udara maupun laut.

Dengan kombinasi ini, kapal tidak hanya berfungsi sebagai pangkalan drone, tetapi juga sebagai kapal perang.

4. Dapat Beroperasi Lama di Laut

Salah satu keunggulan kapal ini adalah daya jelajah yang sangat panjang.

Menurut pejabat militer Iran, kapal tersebut dapat beroperasi hingga sekitar satu tahun tanpa perlu mengisi bahan bakar di pelabuhan, dengan jangkauan sekitar 22.000 mil laut.

Kemampuan ini memungkinkan Iran menjalankan operasi jauh dari wilayahnya.

5. Bagian dari Strategi Perang Asimetris Iran

Iran selama ini dikenal menggunakan strategi perang asimetris, yaitu memanfaatkan teknologi yang lebih murah namun efektif untuk menghadapi negara dengan kekuatan militer lebih besar.

Kapal induk drone dianggap cocok dengan strategi ini karena biayanya lebih rendah daripada kapal induk konvensional, tetapi tetap mampu memperluas jangkauan operasi militer.

6. Salah Satu Kapal Drone Carrier Iran Pernah Diserang

Pada awal 2026, kapal drone carrier Iran dilaporkan menjadi target serangan militer Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Serangan tersebut menunjukkan bahwa kapal jenis ini kini menjadi salah satu aset strategis penting dalam konflik modern.

Baca juga:  Drone Diduga Milik Iran Serang Gedung Konsulat AS Dubai, Tak Ada Korban Jiwa

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)