Manfaatkan AI, Emak-emak di Cimahi Raup Omzet Jutaan dari Nastar

Para ibu rumah tangga ini juga diajarkan strategi pemasaran digital, termasuk cara membuat desain promosi menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Foto: Dok. Istimewa.

Manfaatkan AI, Emak-emak di Cimahi Raup Omzet Jutaan dari Nastar

Putri Anisa Yuliani • 2 March 2026 22:49

Jakarta: Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama UMKM Sahabat Sandi menggelar workshop pembuatan kue kering lebaran di Jalan Pasar Atas, Cimahi, Jawa Barat, Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka lapangan kerja baru serta memberdayakan ekonomi perempuan, khususnya ibu rumah tangga, agar mampu membangun kemandirian ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Salah satu program yang kami jalankan terus-menerus adalah Perempuan Berdaya. Kami mengajarkan keterampilan tata boga, seperti pelatihan Kue Kering Lebaran. Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, ibu-ibu bisa memiliki keterampilan dan mandiri. Mereka bisa cari cuan sambut lebaran," ujar Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 2 Maret 2026.
 


Dalam sesi pelatihan tersebut, ratusan peserta dibekali teknik membuat nastar dan matcha cookies yang memiliki nilai jual tinggi namun dengan bahan baku terjangkau. Tidak hanya soal rasa, para ibu rumah tangga ini juga diajarkan strategi pemasaran digital, termasuk cara membuat desain promosi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Generative AI).

Ketua Umum UMKM Sahabat Sandi, Dewi Trianawati, mengungkapkan bahwa efektivitas pelatihan ini langsung teruji di hari pertama. Para peserta ditantang untuk langsung membuka sistem pre-order melalui media sosial dan berhasil mencatatkan angka penjualan yang fantastis dalam waktu singkat.

"Menariknya, para peserta langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama. Dari tantangan tersebut, tercatat total 29 pesanan dengan rincian 117 toples nastar dan 101 toples matcha cookies. Total pendapatan sekitar Rp14.015.000 hanya dalam satu hari," jelas Dewi.


Para ibu rumah tangga ini juga diajarkan strategi pemasaran digital, termasuk cara membuat desain promosi menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Foto: Dok. Istimewa.

Program pemberdayaan ini dipastikan akan berlanjut dengan pendampingan intensif selama satu bulan ke depan. Selain bimbingan teknis dan diskusi solusi bisnis, YIS juga memberikan bantuan modal berupa bahan baku gratis agar usaha rumahan para peserta dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

"Melalui pendampingan berkelanjutan, kami berharap para ibu rumah tangga mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi keluarga," ujar Dewi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)