Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Mensos Saifullah Yusuf saat meninjau dapur umum Huntara PU di Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026). ANTARA/Rahmat Fajri
Satgas PRR Target Lebaran Seluruh Pengungsi Sudah Masuk Huntara
Whisnu Mardiansyah • 6 March 2026 22:18
Pidie Jaya: Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra menargetkan saat Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Seluruh pengungsi ditargetkan sudah berpindah ke hunian sementara (Huntara).
"Kita berusaha memang supaya sebelum Lebaran, target kita tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda," kata Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian di Pidie Jaya seperti dilansir Antara,, Jumat, 6 Maret 2026.
Pernyataan itu disampaikan Tito di sela-sela peninjauan Huntara di Pidie Jaya, Aceh. Ia didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.
Tito mengatakan jumlah pengungsi yang masih berada di tenda terus menurun. Saat ini tercatat sekitar 6.873 jiwa, dengan rincian 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumatera Utara. Sementara Sumatera Barat sudah tidak memiliki pengungsi di tenda.
"Pengungsi yang masih ada di tenda itu di Aceh tersebar di beberapa daerah, di Sumatera Utara itu di Tapteng dan Tapsel. Kalau Sumatera Barat nol, semua tidak ada lagi yang di tenda," ujarnya.
Ia menegaskan Satgas menargetkan sebelum Idul Fitri semua pengungsi sudah masuk ke Huntara. Setelah itu, mereka akan mendapatkan dana tunggu hunian. Tito menyampaikan jumlah Huntara yang akan dibangun sebenarnya sudah mencukupi. Hanya saja masih dalam proses pembangunan, baik dari BNPB, Danantara, Kementerian PU, maupun lembaga kemanusiaan lainnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Antara.
"Kepala BNPB sudah menyampaikan akan diatur, karena ada Huntara yang dibangun cukup banyak, sementara orangnya kurang. Nah itu akan dipindahkan, dimasukkan ke situ," katanya.
Di sisi lain, saat melakukan peninjauan ke Huntara BNPB di Pidie Jaya, masyarakat mengeluhkan soal kondisi Huntara yang panas serta persoalan air bersih. Tito mengatakan keluhan tersebut akan disampaikan kepada BNPB untuk dapat dibantu perbaikannya agar warga tidak kepanasan, misalnya dengan membuat plafon.
"Kita akan sampaikan ke Kepala BNPB (soal plafon Huntara). Standarnya dibuat ke depan, supaya ada alasnya, membuatnya tidak terlalu panas kira-kira gitu. Tapi juga dibantu kipas angin," kata Tito Karnavian.