Puluhan Pelaku UMKM di Kebumen Dilatih Membuat Produk Bernilai Ekonomi

Pelatihan membuat produk bernilai ekonomi di Kebumen. Foto:Istimewa.

Puluhan Pelaku UMKM di Kebumen Dilatih Membuat Produk Bernilai Ekonomi

Arga Sumantri • 20 February 2026 18:09

Kebumen: Puluhan warga peserta Program Desa Ekonomi Maju & Sejahtera (Desa Emas) 2026 Kebumen mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif bernilai ekonomi. Kegiatan tersebut diikuti 37 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kerajinan.

Kegiatan yang diprakarsai INOTEK Foundation dan Indonesia Setara ini dilaksanakan di Balai Desa Lajer, Dukuh Jalan Kambalan, RT002/RW002, Kademangan, Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan kerajinan pelepah pisang lewat workshop yang harapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi masyarakat desa khususnya Desa Lajer, Pagedangan dan Sinungrejo," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia berharap program Desa Emas dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa lewat pemberdayaan pelaku masyarakat melalui pengembangan produk unggulan yang berbasis pada potensi lokal. 

"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," tambah Sandiaga.

Program Desa Emas Kebumen 2026 juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat desa melalui pengembangan produk unggulan. Kegiatan ini juga memberdayakan pelaku UMKM dengan pelatihan dan akses ke pasar serta mendorong perluasan pemasaran produk kerajinan agar lebih meluas.

Jadi motor penggerak ekonomi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, menilai Desa Emas sangat relevan diterapkan. Sebab, terdapat 449 desa di Kebumen yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

"Pemerintah Kabupaten Kebumen siap memberikan dukungan penuh melalui kolaborasi dengan Dekranasda dan berbagai program kerja Disperindag, seperti Pelatihan pemberdayaan UMKM, Program inkubasi bisnis dan sinkronisasi tujuan dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan," kata Haryono.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat desa, dengan fokus khusus pada pemberdayaan perempuan. 

"Jika model ini berhasil direplikasi di banyak desa, perempuan di Kebumen diharapkan menjadi lebih berdaya, berkemampuan, dan mampu memajukan ekonomi lokal," ungkap Haryono.

Pelatihan membuat produk bernilai ekonomi di Kebumen. Foto:Istimewa.

Program Desa Emas diharapkan berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kebumen, Nurjannah Zaeni Miftah mendukung penuh program Desa Emas. Ia menilai program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kebumen, khususnya dalam aspek lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif.

"Pemanfaatan pelepah pisang sangat tepat karena komoditas pisang di Kebumen sangat melimpah, program ini dinilai strategis untuk mengubah limbah/potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi," ujar Nurjannah.

Ia juga melihat pemberdayaan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi Kabupaten Kebumen secara keseluruhan. "Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yakni dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru," jelas Nurjannah.

Nurjannah juga melihat program tersebut penting untuk dilakukan secara berkelanjutan karena dapat menjadi salah satu upaya pengentasan masalah sosial yakni dengan membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah Kebumen.

"Kegiatan ini dapat membuat ibu-ibu rumah tangga agar menjadi perempuan yang lebih berdaya secara ekonomi," jelas Nurjannah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)