Pemerintah Evaluasi Penanganan Banjir dari Hulu ke Hilir

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Pemerintah Evaluasi Penanganan Banjir dari Hulu ke Hilir

Achmad Zulfikar Fazli • 26 January 2026 13:53

Jakarta: Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap banjir dan longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat. Kejadian di Cisarua dinilai menjadi pengingat pentingnya langkah antisipatif terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

"Kami juga sekali lagi turut berduka cita kembali terjadi longsor di Cisarua, Bandung Barat yang menyebabkan jatuh korban. Ini juga bagian dari yang ke depan kita diminta bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, perubahan cuaca, termasuk mengedukasi kepada masyarakat, early warning system dari hulu sampai ke hilir," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, usai menghadiri Rapat Kerja sama Komisi XIII di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 26 Januari 2026.

Terkait rencana pembentukan tim penanganan banjir di Pulau Jawa, Prasetyo menyebut koordinasi lintas kementerian telah berjalan. Sejumlah pertemuan awal telah dilakukan secara informal.

Menurut dia, pembentukan tim ini tidak dilakukan dari nol, mengingat beberapa kementerian telah memiliki rancangan dan desain penanganan banjir yang saling melengkapi. Selain itu, pemerintah ingin seluruh rencana tersebut disatukan dalam kerangka kerja yang terintegrasi.

"Di beberapa kementerian itu sudah ada rencana-rencana atau desain-desain untuk mencari penyelesaian secara terintegralistik lah, dari hulu ke hilir," jelas dia.
 

Baca Juga: 

Longsor Cisarua, Mendagri Minta Kepala Daerah Petakan Wilayah Rawan



Lokasi longsor di Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Prasetyo mengatakan pemerintah juga menyoroti gangguan infrastruktur transportasi yang disebabkan oleh banjir dan longsor. Dia menyebutkan terdapat 16 titik rawan genangan di jalur kereta api wilayah utara Jawa yang kerap tergenang saat curah hujan tinggi, sehingga mengganggu layanan transportasi.

"Jadi ada 16 titik di utara Jawa jalur kereta api yang setiap curah hujan tinggi, dia akan tergenang dan mengganggu layanan masyarakat kita yang menggunakan transportasi kereta api. Jadi penginnya ini bisa terintegralistik," ujar Prasetyo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)