Harga Telur Sudah Turun hingga Rp22 Ribu/Kg, tapi Daya Beli Berkurang

Harga telur ayam di Pasar Senen. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.

Harga Telur Sudah Turun hingga Rp22 Ribu/Kg, tapi Daya Beli Berkurang

Nattasya Amani Vrazeti • 5 August 2026 10:02

Jakarta: Penurunan harga telur ayam negeri dalam beberapa pekan terakhir belum mampu menghidupkan aktivitas jual beli di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pedagang mengaku jumlah pengunjung masih cenderung sepi meski harga salah satu bahan pangan utama tersebut turun cukup signifikan.
 
Pantauan Metrotvnews.com pada Selasa sore, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, suasana Pasar Senen tampak lengang. Aktivitas transaksi mulai berkurang dan sejumlah kios terlihat sudah tutup. Salah seorang pedagang bahan pokok, Roni (43), mengatakan harga telur ayam negeri terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
 
"Kalau telur agak drastis ya, agak banyak lumayan. Dari angka Rp26 (ribu), dari Rp26 ribu, Rp25 ribu, sampai sekarang ke angka Rp24 (ribu)," ujar Roni kepada Metrotvnews.com, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.
 
Menurut Roni, harga telur bahkan sempat menyentuh Rp22 ribu per kilogram ketika kegiatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan aktivitas sekolah sedang libur. "Sempat kemarin pas MBG libur itu sempat Rp22 (ribu)," ungkap dia.
 

 

Daya beli belum pulih

 
Roni mengungkapkan harga minyak goreng masih relatif stabil. Namun, turunnya harga telur belum mampu mendorong peningkatan daya beli masyarakat secara signifikan.
 
Ia mengakui penurunan harga memang menarik lebih banyak pembeli dibanding sebelumnya, tetapi peningkatannya belum terlalu besar.
 
"Sebenarnya emang daya beli sih agak mengurang ya, cuman kan dari dampak harga turun ya pembeli senang. Agak ya agak-agak ramai dikit sih," aku Roni.
 
Kondisi serupa dirasakan Reno (70), pedagang bahan pokok lainnya di Pasar Senen. Ia mengatakan harga telur telah turun dari sekitar Rp26 ribu menjadi Rp23 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir.
 
Namun, penurunan harga tersebut belum mampu menarik lebih banyak pembeli. "(Harga telur) mengalami penurunan, minggu lalu Rp26 ribu sekarang Rp23 ribu per kilo. Lebih sepi (pengunjung)," tutur Reno.
 
Menurut dia, berkurangnya jumlah pengunjung menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang meski harga komoditas tertentu mulai lebih terjangkau.


(Telur ayam di Pasar Senen. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti)
 

Pembeli selektif berbelanja

 
Di sisi lain, seorang pembeli bernama Stefani (50) mengaku tetap berhati-hati dalam membelanjakan kebutuhan sehari-hari. Menurut dia, turunnya harga telur belum cukup mengimbangi kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok lainnya.
 
"Ya, kalau bisa ada yang murah, ya yang murah. Kalau nggak ada, mau bagaimana lagi? Ekonomi sekarang apa-apa naik semua," ucap Stefani.
 
Stefani mengatakan masyarakat kini cenderung membandingkan harga sebelum membeli agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali di tengah tekanan biaya hidup.

(Husen Miftahudin)