Korea Utara Akan Bangun Kapal Perusak Seberat 10.000 Ton

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (KCNA)

Korea Utara Akan Bangun Kapal Perusak Seberat 10.000 Ton

Willy Haryono • 6 June 2026 17:10

Pyongyang: Korea Utara berencana membangun kapal perusak seberat 10.000 ton serta mengembangkan senjata bawah laut rahasia, menurut laporan media pemerintah pada Sabtu, 6 Juni 2026, menjelang kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Pyongyang.

Harian resmi Partai Buruh Korea Utara, Rodong Sinmun, melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan Angkatan Laut untuk segera mengoperasikan kapal perusak Kang Kon dan kapal perang Choe Hyon berbobot 5.000 ton.

Perintah tersebut disampaikan Kim saat mengawasi uji coba angkatan laut pada Kamis lalu.

Media pemerintah tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencana pembangunan kapal perusak 10.000 ton tersebut maupun pengembangan senjata bawah laut yang dimaksud.

Analis senior Institute for National Unification Korea Selatan, Hong Min, mengatakan ini merupakan pertama kalinya Korea Utara secara terbuka menyebut rencana pembangunan kapal perang sebesar itu.

Menurut Hong, Kim kemungkinan ingin menunjukkan kemampuan militer Korea Utara menjelang kunjungan Xi Jinping pada Senin dan Selasa mendatang.

Xi dijadwalkan melakukan kunjungan pertamanya ke Korea Utara dalam hampir tujuh tahun terakhir di tengah upaya Beijing memperkuat kembali hubungan dengan Pyongyang, sekutu formal satu-satunya.

Rodong Sinmun melaporkan Kim menegaskan Korea Utara harus memperkuat kemampuan angkatan lautnya guna mencegah perang nuklir, sekaligus menyerukan peningkatan kekuatan militer di darat, laut, dan udara.

Sebelum pengumuman kunjungan Xi, Kim juga menyerukan “ekspansi eksponensial” arsenal nuklir Korea Utara saat mengunjungi fasilitas produksi material nuklir yang baru beroperasi pada Kamis.

Dalam inspeksi kapal perang tersebut, Kim turut didampingi putrinya yang diyakini bernama Ju Ae, sebagaimana terlihat dalam foto yang dipublikasikan media pemerintah.

Pada Mei 2025 lalu, Korea Utara mengumumkan kapal perang berbobot 5.000 ton mengalami insiden hampir terbalik saat upacara peluncuran di Pelabuhan Chongjin.

Kim, yang hadir langsung dalam upacara tersebut, menyebut insiden itu sebagai “tindakan kriminal” yang tidak dapat ditoleransi.

Setelah diperbaiki di Pelabuhan Rajin, kapal tersebut kembali diluncurkan sebulan kemudian dan diberi nama Kang Kon.

Baca juga:  Korea Selatan Harap Tiongkok Berperan Konstruktif Jelang Kunjungan Xi ke Korea Utara

(Willy Haryono)