Sejumlah petugas pemadam dan alat berat hingga helikoptet water bombing melakukan pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (6/7/2026). (ANTARA/Azmi Samsul M)
Pendinginan TPA Jatiwaringin Berlangsung 4 Hari ke Depan
Whisnu Mardiansyah • 11 July 2026 15:53
Tangerang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk. Langkah ini diambil meski pengendalian kebakaran telah berhasil dituntaskan dalam 11 hari terakhir.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan petugas masih melanjutkan penyiraman untuk memastikan tidak muncul lagi titik api atau asap baru.
"Pemadaman lewat darat yang dilakukan Unit Damkar BPBD tetap dilakukan penyiraman dibantu petugas DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dalam upaya mengantisipasi jangan ada lagi timbul api atau asap baru selama empat hari ke depan," ujar Achmad, di Tangerang, seperti dilansir Antara, Sabtu, 11 Juli 2026,
Kebakaran yang meluas hingga 15 hektare kini telah berhasil dikendalikan sepenuhnya. Dalam proses pemadaman, BPBD mengerahkan personel dan armada, serta mendapat bantuan empat helikopter water bombing untuk menjangkau area puncak gunungan sampah. Dengan kondisi ini, tidak ada lagi warga yang harus mengungsi akibat asap kebakaran.
"Pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi TPA Jatiwaringin sudah padam dan sudah tidak ada warga yang dievakuasi," tutur Achmad.
Warga di sekitar TPA kini tak lagi diwajibkan memakai masker, meski petugas kesehatan tetap disiagakan untuk memantau kondisi mereka.
"Petugas kesehatan tetap stay," kata Achmad.

Proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang. (Dok BNPB)
Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi, menyatakan pihaknya tetap menyiagakan personel dan armada udara untuk membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala daerah lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap membantu," kata Riswandi.
BNPB mengingatkan seluruh pemda yang memiliki TPA untuk meningkatkan mitigasi di musim kemarau.
"Ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," kata Riswandi.