Nyamuk Aedes aegypti. (James Gathany/CDC)
Bersiap Hadapi Musim Kemarau, Kenali 5 Penyakit yang Disebabkan Nyamuk
Riza Aslam Khaeron • 11 July 2026 10:36
Jakarta: Nyamuk merupakan salah satu hewan yang dapat menjadi pembawa penyakit serius. Indonesia sebagai negara beriklim tropis merupakan tempat favorit hewan ini berkembang biak, terbukti dari banyaknya penyakit di Indonesia yang disebabkan oleh nyamuk.
Meski kita telah memasuki musim kemarau, ancaman penyakit akibat nyamuk tidak serta-merta menghilang ketika musim hujan berakhir. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa demam berdarah dengue (DBD) tetap dapat menyerang pada musim kemarau, terutama ketika terdapat genangan atau tempat penampungan air."DBD pun rentan menyerang manusia di musim kemarau kalau ada tempat genangan air seperti di barang bekas di gudang rumah atau bak mandi yang jarang dikuras," kata mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek beberapa waktu lalu, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.
Oleh karena itu, pengenalan terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh hewan kecil ini serta gejala dan karakteristiknya merupakan langkah awal dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya dari nyamuk.
Dilansir dari Halodoc dan Hello Sehat, berikut daftar penyakit yang disebabkan oleh nyamuk:
Malaria
Penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles ini ditandai dengan gejala demam dan menggigil. Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), malaria hanya dapat disebarkan oleh nyamuk betina yang penularannya umumnya terjadi pada malam hari.Infeksi malaria pada ibu hamil dapat mengakibatkan anemia yang dapat meningkatkan risiko kematian saat dan setelah persalinan, serta kelahiran prematur pada bayi.
Demam Berdarah

Aedes (Stegomyia) aegypti. (James Gathany/CDC)
Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini umumnya berkembang biak di musim hujan saat udara panas.
Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri tulang dan otot, serta penurunan trombosit. Demam berdarah yang terlambat ditangani dapat mengakibatkan kematian.
Chikungunya
Penyebab penyakit chikungunya adalah virus dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penderita umumnya mengalami gejala demam, menggigil, sakit kepala, bintik kemerahan pada kulit, serta nyeri pada persendian tubuh, khususnya bagian lutut dan siku.Dilansir dari Hello Sehat, sampai saat ini belum ada vaksin dan obat untuk mengatasi chikungunya.
Kaki Gajah
Kaki gajah merupakan penyakit kronis yang menyerang kelenjar getah bening. Bernama lain filariasis, penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing spesies filaria yang dibawa oleh nyamuk Culex, Anopheles, Mansonia, dan Aedes.Jika telah terjadi pembengkakan, ukuran kaki pengidapnya tidak dapat kembali ke kondisi semula dan dapat menimbulkan disabilitas.
| Baca Juga: DBD Ancam Warga Perkotaan, Simak Daftar Kelompok Paling Rentan |
Japanese Encephalitis
Japanese encephalitis merupakan radang otak yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Culex, terutama Culex tritaeniorhynchus. Gejala penyakit berupa demam, sakit kepala, serta mual umumnya mulai muncul 5–15 hari setelah gigitan nyamuk. Infeksi penyakit ini juga dapat menyebabkan kejang pada anak-anak.Pencegahan Japanese encephalitis dapat dilakukan dengan vaksinasi Japanese encephalitis (JE).
(Khairunissa Auliya)