BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar di Tengah Gejolak Global

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Foto: Dok istimewa

BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar di Tengah Gejolak Global

Eko Nordiansyah • 20 May 2026 15:30

Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan berbagai instrumen untuk menghadapi memburuknya gejolak global, di tengah tingginya permintaan musiman valas domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, gejolak global mengakibatkan pelarian modal keluar dari Emerging Markets dan kuatnya dolar AS sehingga memberi tekanan yang besar pada pelemahan nilai tukar hampir semua negara, termasuk nilai tukar Rupiah.

"Di domestik, permintaan valas pada triwulan II 2026 meningkat cukup tinggi dipengaruhi oleh faktor musiman antara lain untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Mei 2026.



(Ilustasi. Foto: Dok MI)

Intervensi BI untuk jaga rupiah

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, lanjut Perry, BI terus meningkatkan intensitas intervensi valuta asing, baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri (offshore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri.

"Struktur suku bunga instrumen moneter juga diperkuat dengan kenaikan suku bunga SRBI seperti disebutkan di atas untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing," ungkapnya.

BI juga memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penyesuaian threshold beli tunai valas terhadap Rupiah tanpa underlying, peningkatan threshold jual DNDF/Forward, serta peningkatan threshold beli dan jual swap, yang berlaku sejak April 2026.

Selain itu, BI memperluas instrumen operasi moneter valuta asing dengan instrumen spot dan swap dalam valuta offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap Rupiah dan perluasan transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction, LCT).

Nilai tukar Rupiah pada 19 Mei 2026 tercatat sebesar Rp17.700 per dolar AS, atau melemah 2,20 persen (ptp) dibandingkan dengan level akhir April 2026. Ke depan, BI meyakini nilai tukar Rupiah akan stabil dan cenderung menguat

"Didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik," ujar Perry.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)