El Nino Bisa Perpanjang Kemarau di Indonesia

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. Foto: Metro TV/Arbida

El Nino Bisa Perpanjang Kemarau di Indonesia

Arbida Nila Hastika • 23 May 2026 20:10

Jakarta: Indonesia akan menghadapi El Nino Super. Fenomena itu disebut membawa dampak kemarau panjang.

"Perlu kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, nanti puncak musim kemarau Agustus, September, itu dapat membuat kemarau di Indonesia akan lebih panjang dan juga lebih kering dari yang terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Hal tersebut diungkap Faisal, usai menghadiri Munas IKASTARA di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026. Menurut Faisal, El Nino akan aktif di Juni 2026.

“Untuk tahun ini, El Nino akan mulai aktif diperkirakan di bulan Juni, nanti dia dengan intensitas kira-kira moderate sampai kuat," kata Faisal.
 


BMKG mencatat wilayah paling terdampak El Nino seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sumatra bagian selatan. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian utara seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Kalimantan Utara diperkirakan tidak terdampak signifikan.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah bersama BMKG akan memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai daerah. Dan memanfaatkan ratusan bendungan untuk menopang kebutuhan air selama kemarau.


Kekeringan. Foto: Medcom.id

“Kita punya 220-an bendungan di Indonesia, sehingga mulai sekarang ketika awan masih ada, kita melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi tampungan-tampungan air kita ini agar swasembada pangan dapat kita jamin di tahun ini,” tuturnya.

Selain ancaman kekeringan, BMKG juga mewaspadai peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada wilayah yang rawan. Pemerintah juga mengedepankan langkah preventif melalui modifikasi cuaca di wilayah rawan sebelum titik api muncul.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)