Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA/Raisan Al Farisi/dok)
Sejumlah Desa di Karawang Rawan Kekeringan saat Kemarau
Silvana Febiari • 22 May 2026 23:39
Karawang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebut sejumlah desa rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau. Desa-desa tersebut tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Karawang.
"Ada sejumlah daerah yang berpotensi kekeringan, sebagai dampak dari kemarau panjang di tahun ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Ferry Muharam, dilansir dari Antara, Jumat, 22 Mei 2026.
Saat ini, kemarau sudah berlangsung di wilayah Karawang, meski dalam kurun waktu tertentu sempat turun hujan. Sedangkan untuk puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga November 2026.
Baca Juga :
Di antara wilayah yang rawan kekeringan ialah di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Timur, Ciampel, dan Kecamatan Klari. Di Kecamatan Klari terdapat satu desa yang rawan terdampak kemarau, yakni Desa Curug. Kemudian di Kecamatan Ciampel terdapat Desa Parungmulya dan Mulyasejati.
Selanjutnya Desa Palumbonsari Kecamatan Karawang Timur yang berpotensi terdampak kemarau panjang. Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat berada di Desa Wanakerta dan Margakaya.
Di Kecamatan Tegalwaru, desa-desa yang rawan kekeringan saat kemarau di antaranya Desa Cintalanggeng, Kutamaneuh, Cigunungsari, Cintalaksana, Kutalanggeng, Cintawargi dan Desa Cipurwasari. Sementara di Kecamatan Pangkalan, potensi kekeringan berada di Desa Cintaasih, Kertasari, Medalsari, Jatilaksana, Tamanmekar, Ciptasari, Mulangsari, dan Desa Tamansari.

Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK. PEMKABBEKASI)
BPBD Karawang memprediksi daerah yang berpotensi terdampak kemarau pada tahun ini akan meluas hingga ke beberapa desa di Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecamatan Cilamaya Wetan. “Kemungkinan tahun ini kemarau diprediksi lebih panjang, jadi berpotensi semakin meluas daerah yang terdampak," ujarnya.
Saat ini, pihaknya masih melakukan monitoring terkait luas wilayah yang terdampak kemarau pada tahun ini. BPBD Karawang juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat terkait dengan ancaman areal sawah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau.
“Dampaknya tahun lalu lebih banyak ke sektor pertanian, bukan hanya kekurangan air bersih. Jadi untuk antisipasi kekeringan pada musim kemarau tahun ini, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian," ujarnya.
Koordinasi perlu dilakukan agar penanganan lahan sawah yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini bisa segera teratasi. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyediaan pompa air untuk membantu irigasi sawah.