Musim Kemarau, Enam Daerah di Jatim Siaga Kekeringan

Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK.PEMKABBEKASI)

Musim Kemarau, Enam Daerah di Jatim Siaga Kekeringan

Media Indonesia • 19 May 2026 15:36

Surabaya: Sebanyak enam daerah di Jawa Timur telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan seiring dampak musim kemarau pada 2026. Dari enam daerah, baru satu daerah yang mengajukan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jawa Timur.

“Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso,” katra Kepala BPBD Jatim gatot Subroto di Surabaya, Selasa, 19 Mei 2026. 

Dia menyebut enam daerah tersebut adalah, Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar. Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau di Jawa Timur tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang, dengan awal musim dimulai sejak April hingga memasuki puncak pada Agustus.


Petugas BPBD Bondowoso, Jawa Timur, mendistribusikan air bersih terdampak kekeringan, Senin, 18 Mei 2026. ANTARA/HO-BPBD Bondowoso

Enam daerah yang menetapkan SK Siaga Darurat Kekeringan adalah Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar. Namun, baru satu yang mengajukan bantuan droping air yakni Bondowoso.

Gatot mengatakan bantuan droping air bersih diberikan kepada warga terdampak kekeringan di Desa Klekean, meliputi Dusun Banteng Lor, Dusun Sumber Waru, dan Dusun Banteng Duk Beto, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Dari tiga dusun tersebut, jumlah warga yang terdampak mencapai 140 kepala keluarga dengan kebutuhan air bersih sekitar 10.000 liter.

“Droping air bersih dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 140 kepala keluarga,” ujar Gatot.

Pemprov melalui BPBD Jatim terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah daerah yang menetapkan status siaga. Selain itu, juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama kemarau berlangsung.

“BPBD juga meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah,” kata Gatot. (MI/FL)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)