Sudin KPKP Gencarkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha

Petugas Sudin KPKP Jaksel memeriksa hewan kurban di Jalan SMA 63, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta. Foto: Antara.

Sudin KPKP Gencarkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha

Anggi Tondi Martaon • 22 May 2026 11:05

Jakarta: Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan di lokasi penampungan di wilayah Pesanggrahan.

“Kami telah melaksanakan monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat-tempat penampungan hewan kurban,” kata Kepala Sudin KPKP Jaksel, Ridho Sosro Yudyantoro, dikutip dari Antara, Jumat, 22 Mei 2026.

Ridho mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut Iduladha. Sudin KPKP Jaksel ingin memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak.

Menurut Ridho, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di satu lokasi, melainkan tersebar di 10 kecamatan di wilayah Jaksel. Namun, Kecamatan Pesanggrahan dipilih karena menjadi salah satu lokasi penampungan dengan jumlah hewan kurban yang cukup besar dan lengkap.

“Kecamatan Pesanggrahan ini mungkin salah satu yang paling besar. Hewannya cukup banyak dan lengkap, sehingga konsumennya juga cukup banyak,” ujar Ridho.

Ridho menjelaskan setiap hewan yang baru datang ke lokasi penampungan tersebut langsung didata dan diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan hewan dari Sudin KPKP Jaksel. Pemeriksaan itu meliputi kondisi kesehatan, usia, serta kondisi fisik hewan untuk memastikan tidak terdapat cacat. 

Pemeriksaan itu salah satunya dilakukan terhadap salah satu sapi jenis limosin yang baru tiba pada Kamis siang, 21 Mei 2026. Sapi tersebut berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah.

Ilustrasi hewan kurban. Foto: Dok. Metro TV.

“Hewan kurban harus memenuhi syarat, salah satunya sehat, cukup umur, dan tidak cacat,” ucap Ridho.

Sementara itu, jumlah hewan kurban di lokasi tersebut mencapai sekitar 200 ekor. Dari hasil pemeriksaan, hewan kurban di lokasi penampungan tersebut dinyatakan dalam kondisi baik.

“Untuk saat ini, bisa kami nyatakan hewan yang ada di penampungan hewan kurban ini cukup sehat,” tutur Ridho.

Di sisi lain, pemilik tempat penampungan hewan kurban di Jalan SMA 63, Widi Nugroho, 36, menambahkan sapi yang baru tiba dari perjalanan jauh tidak langsung diberi minum. Hal itu dilakukan agar sapi tersebut dapat beradaptasi terlebih dahulu.

“Biasanya didiamkan dulu sekitar dua hari supaya tidak stres,” ungkap Widi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)