Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balaskan Kematian Ali Larijani

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei. Foto: Anadolu

Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balaskan Kematian Ali Larijani

Fajar Nugraha • 19 March 2026 10:06

Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei bersumpah bahwa "para pembunuh kriminal" di balik kematian pejabat keamanan tinggi Ali Larijani akan "segera harus membayar."

Dalam sebuah pernyataan platform X, Khamenei mengatakan, “menerima dengan kesedihan mendalamberita tentang pembunuhan Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, bersama putranya dan beberapa koleganya”.

Baca Juga :

Warga Iran Turun ke Jalan Dukung Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS-Israel

Dia menggambarkan Larijani sebagai "seorang pria yang berpengetahuan, berwawasan jauh ke depan, dan bijaksana”. Ayatollah Sayyed Khamenei menambahkan bahwa hampir lima dekade pengabdian di bidang politik, militer, keamanan, budaya, dan administrasi telah menjadikannya "tokoh terkemuka."

Khamenei mengatakan, pembunuhan Larijani "menunjukkan pentingnya dirinya dan permusuhan yang dipendam oleh musuh-musuh Islam terhadapnya," memperingatkan bahwa "menumpahkan darah orang-orang seperti itu hanya akan membuatnya semakin kuat."

“Setiap tetes darah akan mendapat balasannya dan bahwa para pembunuh keji para martir ini akan segera menerima balasannya,” sumpah Mojtaba Khamenei, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 19 Maret 2026.

Pihak berwenang Iran mengatakan Larijani tewas pada Selasa pagi dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel yang juga menewaskan putranya, Morteza, ajudannya Alireza Bayat, beberapa anggota staf dewan, dan pengawal.

AS dan Israel telah melanjutkan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)