Harga Minyak Naik saat Iran Tawarkan Proposal Buka Selat Hormuz

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. Foto: Xinhua/Du Penghui.

Harga Minyak Naik saat Iran Tawarkan Proposal Buka Selat Hormuz

Husen Miftahudin • 28 April 2026 07:43

Houston: Harga minyak naik pada perdagangan awal Asia pada Selasa waktu setempat. Memperpanjang kenaikan baru-baru ini karena pasar mengamati apakah Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 28 April 2026, harga minyak Brent berjangka sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik 2,5 persen menjadi USD101,58 per barel.
 
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk masa mendatang, naik 2,1 persen menjadi USD96,40 per barel.
 

Baca juga: Harga Minyak Melonjak di Atas 2%, Brent Tembus USD107/Barel
 

Iran tawarkan proposal buka kembali Selat Hormuz

 
Laporan awal pekan ini menunjukkan Teheran telah menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, proposal yang kini sedang dipertimbangkan oleh Washington.
 
Namun, sebuah laporan Wall Street Journal menunjukkan Presiden AS Donald Trump dan timnya skeptis terhadap tawaran tersebut, mengingat tawaran itu mengusulkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir Iran.
 
Mengakhiri pengayaan nuklir Iran dan mencegah pengembangan senjata nuklir adalah dua tujuan utama Washington dalam konflik yang sedang berlangsung. Penundaan pembicaraan nuklir merupakan poin penting yang menjadi kendala bagi Trump ketika mempertimbangkan proposal baru Iran, menurut laporan WSJ.
 
Namun terlepas dari proposal baru Iran, Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, sementara AS juga mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap Iran. Aliran minyak melalui Hormuz tetap sedikit, sehingga harga minyak mentah tetap stabil karena pasar khawatir akan pasokan yang semakin ketat.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 
Rencana untuk lebih banyak pembicaraan yang dimediasi Pakistan antara AS dan Iran juga sebagian besar gagal selama akhir pekan, dengan status pembicaraan di masa depan sepenuhnya tidak pasti. Anggapan ini mendorong kenaikan tajam harga minyak pada Senin, dengan Brent kembali mendekati USD110 per barel.
 
Di luar perang Iran, fokus pekan ini juga tertuju pada pertemuan-pertemuan penting bank sentral di Jepang dan AS, dengan harga minyak yang lebih tinggi kemungkinan akan memicu peringatan tentang inflasi yang didorong oleh energi dalam beberapa bulan mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)