Inggris dan Prancis Pimpin Konferensi Militer Dunia Bahas Pembukaan Selat Hormuz

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Press TV

Inggris dan Prancis Pimpin Konferensi Militer Dunia Bahas Pembukaan Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 22 April 2026 15:10

London: Inggris dan Prancis akan menggelar pertemuan para perencana militer dari lebih dari 30 negara pekan ini untuk menyusun strategi terkoordinasi guna membuka kembali Selat Hormuz yang memiliki peran vital secara strategis.

Konferensi selama dua hari yang dimulai pada Rabu, 22 April 2026  tersebut akan berlangsung di Markas Besar Gabungan Permanen Inggris di Northwood, London utara.

Menurut pernyataan resmi yang dikutip Anadolu, pertemuan ini bertujuan menerjemahkan kesepakatan diplomatik yang telah dicapai menjadi rencana militer konkret yang dapat diterapkan ketika kondisi memungkinkan, khususnya setelah tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan.

Para perencana militer diperkirakan akan membahas berbagai aspek, termasuk kemampuan militer, sistem komando dan kendali, serta mekanisme pengerahan pasukan ke kawasan tersebut.

Situasi di Selat Hormuz memanas sejak Iran mengumumkan pembatasan navigasi pada 2 Maret, beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari.

Selat tersebut merupakan jalur penting bagi ekspor minyak dan gas global, sehingga gangguan di kawasan ini berdampak luas terhadap pasar energi dunia.

Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran pada 11–12 April setelah memediasi gencatan senjata selama 14 hari yang mulai berlaku pada 8 April.

Gencatan senjata tersebut semula dijadwalkan berakhir pada Rabu waktu Washington. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang gencatan senjata guna memberikan waktu bagi Iran untuk menyiapkan apa yang disebut sebagai “proposal terpadu,” menyusul permintaan dari pejabat Pakistan.

Upaya untuk menggelar putaran perundingan berikutnya masih berlangsung, meskipun ketidakpastian mengenai partisipasi kedua pihak tetap ada.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)