Direktur Utama COIN Ade Wahyu. Foto: dok COIN.
Penurunan Biaya Transaksi Bisa Genjot Daya Saing Industri Kripto Nasional
Husen Miftahudin • 4 February 2026 22:33
Jakarta: PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mendukung penuh langkah strategis anak usahanya, Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), yang melakukan penyesuaian struktur biaya transaksi. Langkah ini dinilai selaras dengan visi jangka panjang perseroan untuk memperbesar pangsa pasar melalui peningkatan volume transaksi dan pendalaman likuiditas pasar.
"Saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global. Biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar," kata Direktur Utama COIN Ade Wahyu seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 4 Februari 2026.
Lebih lanjut, Ade meyakini perubahan ini akan menciptakan multiplier effect positif. Ketika ekosistem menjadi lebih efisien dan menarik bagi konsumen, frekuensi dan volume transaksi diproyeksikan akan mengalami kenaikan signifikan yang pada akhirnya mengkompensasi penyesuaian tersebut. Di sisi lain, sebut dia, langkah ini juga memacu perseroan untuk terus menggali dan menciptakan berbagai potensi sumber pendapatan baru di masa depan.
Seiring dengan upaya memperluas sumber pendapatan tersebut, COIN terus mendorong pengembangan inovasi produk, baik yang sudah ada maupun produk baru sebagai langkah diversifikasi. Ade menyebut, Bursa Kripto CFX akan fokus mengembangkan produk derivatif kripto untuk memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas pasar. Sementara untuk produk baru, ia juga menyoroti potensi besar pada produk-produk aset kripto baru yang dapat menjadi gelombang inovasi berikutnya di industri.
"Kehadiran inovasi produk baru di industri aset kripto nasional akan menjadikan pasar kita kompetitif dan mendorong partisipasi investor lokal dan asing, baik perorangan maupun institusi menjadi lebih masif," jelas Ade.
"COIN dan kedua anak perusahaan selalu terbuka untuk meluncurkan dan mendorong inovasi produk dan layanan baru guna mendongkrak kinerja perusahaan, sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat perdagangan aset kripto di kawasan Asia Tenggara," terang Ade menambahkan.
| Baca juga: Bursa Kripto CFX Bakal Sunat Biaya Transaksi secara Bertahap hingga Tersisa 0,01% |

(Ilustrasi pergerakan harga aset kripto. Foto: dok KBI)
Biaya transaksi kompetitif jadi kunci daya saing global
Berdasarkan Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), tantangan utama industri aset kripto domestik saat ini adalah menciptakan likuiditas yang dalam dan biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan pasar global.
Riset juga menyoroti sensitivitas pengguna terhadap biaya transaksi di mana sekitar 54,5 persen pengguna platform menyatakan akan berpindah platform jika biaya transaksi dinilai mahal. Data ini mengindikasikan besarnya potensi capital outflow dan adanya ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional.
Sebagai respons konkret atas situasi tersebut, sekaligus upaya meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional, PT Central Finansial X (CFX) selaku bursa aset kripto berizin akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen pada 1 Maret 2026. Kemudian akan diikuti penurunan selanjutnya menjadi 0,01 persen pada 1 Oktober 2026.
Kebijakan strategis ini diumumkan oleh Direktur Utama Bursa Kripto CFX dalam acara CFX Cryptalk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) di CFX Tower, Senin (2/2).
Sebagai induk perusahaan dari Bursa Kripto CFX, COIN mendukung penuh keputusan tersebut demi terciptanya struktur biaya yang lebih efisien bagi pengguna. Ade menekankan, penyesuaian struktur biaya secara terukur adalah upaya untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang industri aset kripto.