Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Target Juara Umum, Pramono Unggulkan Infrastruktur Sport Science Jakarta
Aris Setya • 5 February 2026 17:54
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa Jakarta memiliki modal besar berupa infrastruktur olahraga terlengkap dan berstandar internasional. Hal ini menjadi optimisme untuk merebut kembali gelar juara umum pada PON 2028.
“Tidak ada daerah yang fasilitas olahraganya selengkap Jakarta. Kita memiliki sport science, sport technology, dan sport management yang sudah berjalan dengan baik. Ini menjadi modal besar untuk meraih gelar juara,” kata Pramono saat membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-13 KONI DKI Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Kesiapan fasilitas ini diklaim tidak hanya untuk menunjang prestasi atlet ibu kota. Namun, juga siap digunakan sebagai pendukung penyelenggaraan cabang olahraga jika daerah tuan rumah memiliki keterbatasan.
Pramono memasang target tinggi agar Jakarta kembali naik ke podium tertinggi setelah terakhir kali menjadi juara umum pada tahun 2012. Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan anggaran maupun optimalisasi pemanfaatan infrastruktur modern yang dimiliki Jakarta untuk mendukung latihan para atlet.
“Kita terakhir menjadi juara umum pada PON 2012. Setelah itu, peringkat kita turun. Karena itu, target saya jelas, Jakarta harus kembali menjadi juara umum pada PON 2028,” tegas Pramono.
Selain infrastruktur fisik, Pramono menyoroti pentingnya manajemen organisasi melalui forum Musorprov untuk melahirkan kepengurusan yang transparan dan berorientasi pada prestasi. Ia berharap forum ini menjadi titik awal penguatan sinergi antara KONI, Dispora, dan seluruh cabang olahraga agar Jakarta tetap menjadi kiblat olahraga nasional.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
“Saya berharap forum ini melahirkan keputusan dan rekomendasi yang fokus pada peningkatan prestasi olahraga secara berkelanjutan. Proses yang baik akan menghasilkan kepengurusan serta arah program yang kuat dan relevan dengan tantangan olahraga Jakarta ke depan,” kata Pramono.
Pramono juga menekankan perlunya perlindungan atlet agar fasilitas lengkap yang dimiliki Jakarta dapat dinikmati oleh putra-putri daerah asli. Ia berkomitmen untuk meminimalkan eksodus atlet dengan memberikan jaminan pembinaan yang lebih baik dan memanfaatkan keunggulan sport technology yang sudah tertata di Jakarta.