Petugas BKSDA Kalteng bersama warga mengecek lokasi bekas kemunculan orang utan, Sampit Senin (10/8/2026). ANTARA/HO-BKSDA Sampit
BKSDA Kalteng Antisipasi Konflik Satwa Liar Akibat Karhutla
Whisnu Mardiansyah • 11 August 2026 13:41
Kotawaringin: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengantisipasi potensi konflik antara satwa liar dan manusia di Kotawaringin Timur (Kotim) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api dan asap memaksa satwa keluar dari habitatnya ke area perkebunan dan permukiman warga.
Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan api dalam membersihkan lahan. Jika bertemu satwa liar, warga diminta tidak menangkap, melukai, atau membunuhnya, melainkan segera melapor ke petugas BKSDA.
"Masyarakat juga diminta tidak menangkap, melukai atau membunuh satwa liar yang masuk ke kebun maupun ladang. Kalau bertemu satwa liar, jangan berusaha menangkap atau membunuhnya. Segera laporkan kepada petugas BKSDA agar bisa ditangani dengan aman," pintanya di Sampit, seperti dilansir Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Muriansyah menjelaskan, satwa seperti kukang, bekantan, dan ular yang tidak mengganggu sebaiknya dibiarkan. Kehadiran mereka di sekitar pemukiman adalah upaya menyelamatkan diri dari kebakaran. BKSDA juga meminta warga segera melapor jika melihat orangutan atau satwa dilindungi di kebun, ladang, atau permukiman.
Saat karhutla terjadi, satwa liar secara alami menjauh dari api. Kebun dan ladang warga menjadi tempat yang relatif aman karena masih memiliki sumber air dan pakan pengganti, seperti umbut sawit atau nanas. Namun, kondisi ini meningkatkan potensi konflik.
"Laporan cepat diperlukan agar petugas dapat melakukan pemantauan dan mengambil langkah penanganan sebelum terjadi konflik antara satwa dan manusia," jelas Muriansyah.
BKSDA menerima laporan kemunculan orangutan di Jalan Jenderal Sudirman Km 15, Sampit, pada Senin (10 Agustus). Observasi dilakukan pukul 09.00–11.30 WIB. Diduga orangutan tersebut menghindari kebakaran dan asap di sekitarnya.

Kebakaran hutan di area Kaldera Bromo yang semakin meluas. (Dokumentasi/ Balai Besar TNBTS)
"Di sekitar lokasi banyak terlihat asap kebakaran. Dugaan kuat kami, orangutan itu menghindari kebakaran dan asap kemudian masuk ke kebun atau ladang warga yang relatif lebih aman," terangnya.
Kejadian serupa juga dilaporkan di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sekitar sepekan lalu. Namun, pemantauan lanjutan belum menemukan kembali orangutan tersebut. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan satwa liar di sekitar pemukiman.