Beredar Video yang Menunjukkan Misil AS Hantam Sekolah di Iran

Tangkapan layar video yang menunjukkan misil hantam sekolah di Minab. (Mehr News)

Beredar Video yang Menunjukkan Misil AS Hantam Sekolah di Iran

Riza Aslam Khaeron • 9 March 2026 11:30

Minab: Sebuah video baru yang dirilis oleh media pemerintah Iran menunjukkan apa yang tampak sebagai misil jelajah Amerika Serikat (AS) menghantam sebuah kompleks di mana sekitar 175 siswa dan staf sekolah perempuan tewas lebih dari sepekan lalu.

Rekaman tersebut memicu pertanyaan baru tentang serangan yang telah menjadi sorotan internasional.

Melansir laporan NPR yang dipublikasikan pada Minggu, 8 Maret 2026 puku
l 22.51 waktu setempat, video berdurasi tujuh detik yang diunggah oleh Mehr News, kantor berita pemerintah Iran, memperlihatkan sebuah misil menghantam bangunan di dalam kompleks berdinding.

Lokasi tersebut diyakini sebagai klinik kesehatan yang berada di dalam perimeter bekas pangkalan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC).

Serangan ini tampak terjadi tak lama setelah sekolah perempuan di kompleks yang sama dihantam. Dalam video baru tersebut, asap sudah terlihat membubung dari bagian kompleks tempat sekolah itu berada. Media pemerintah melaporkan jumlah korban tewas antara 165 hingga 180 orang, sebagian besar adalah siswa.

Menurut Jeffrey Lewis, profesor keamanan global di Middlebury College, meskipun kualitas video menyulitkan identifikasi pasti jenis munisi, misil tersebut tampak konsisten dengan misil Tomahawk.


Kiri: Gambar yang menunjukkan rudal Tomahawk dari serangan udara di Minab. Kanan: Sebuah rudal Tomahawk terbang di atas Teheran pada awal konflik. (Bellingcat)

AS adalah satu-satunya negara yang diketahui memiliki misil Tomahawk, dan pejabat AS mengonfirmasi militer beroperasi di selatan Iran pada saat serangan terjadi.

"Penembak pertama di laut adalah Tomahawk yang diluncurkan oleh Angkatan Navy Amerika Serikat," kata Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan dalam konferensi pers pada Senin setelah serangan.

NPR berhasil memverifikasi lokasi pengambilan video ke sebuah perumahan yang sedang dibangun di seberang kompleks. Berbagai detail, termasuk papan tanda di pintu masuk klinik, cocok dengan detail yang diketahui tentang kompleks tempat sekolah itu berada. Video tersebut pertama kali dilokalisasi oleh kelompok riset online Bellingcat.

Trump Salahkan Iran

Namun, berbicara di Air Force One pada Sabtu, Presiden Donald Trump menuduh Iran bertanggung jawab atas pemboman sekolah tersebut.

"Berdasarkan apa yang saya lihat, saya pikir itu dilakukan oleh Iran," kata Trump.

"Karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan amunisi mereka. Mereka tidak memiliki akurasi sama sekali. Itu dilakukan oleh Iran," tambahnya.

Lewis menyatakan bahwa misil dalam video tersebut tidak tampak konsisten dengan desain misil jelajah buatan Iran yang diketahui. Ia juga mengatakan bahwa kemungkinan sekolah dan klinik terkena serangan akibat informasi target yang sudah usang.

NPR sebelumnya melaporkan pertama kali tentang citra satelit dari perusahaan Planet yang menunjukkan beberapa bangunan, termasuk klinik, terkena serangan presisi yang mengakibatkan kematian di sekolah. Total tujuh bangunan terkena serangan di kompleks tersebut, yang dulunya merupakan pangkalan angkatan laut IRGC.
 
Baca Juga:
Disebut Rencanakan Invasi, Siapa Saja Kelompok Perlawanan Kurdi Iran?
 

Fasilitas Militer IRGC Menjadi Sekolah


Citra satelit kompleks di Minab. (Planet Labs PBC via NPR) 

Pangkalan yang terletak di kota Minab, Iran tenggara itu tampaknya merupakan fasilitas yang relatif kecil. Citra satelit historis menunjukkan sedikit aktivitas di lapangan udara tersebut. 

Sebelumnya, NBC News menyebutkan bahwa menurut wali kota Minab dan seorang ibu dari salah satu siswa sekolah tersebut, fasilitas sekolah itu dibangun di atas pangkalan IRGC yang telah ditutup sekitar 15 tahun lalu.

Seluruh personel militer telah dipindahkan pada waktu itu dan sekolah menjadi satu-satunya fasilitas yang beroperasi di bekas pangkalan tersebut.


Klinik di Minab pasca dihantam misil. (Mehr News)

Penjelasan yang paling mungkin untuk serangan sekolah ini, menurut N.R. Jenzen-Jones, seorang ahli amunisi dan direktur Armament Research Services (ARES) kepada CNN pada 7 Maret 2026, adalah bahwa AS secara tidak sengaja menyerang fasilitas tersebut saat melakukan serangan ke pangkalan angkatan laut, tanpa menyadari bahwa sekolah itu bukan lagi bagian dari kompleks IRGC, atau karena kegagalan dalam memperbarui target.

“Ini kemungkinan adalah kegagalan penargetan,” ujarnya.

“Di suatu tempat dalam siklus target, kegagalan intelijen menyebabkan set target tidak diperbarui, atau keputusan yang dibuat kemudian dalam siklus tersebut mengakibatkan target yang salah yang terkena serangan,” katanya.

Klinik di kompleks itu dipisahkan dari sekolah oleh dinding yang dibangun antara 2013 dan 2016. Citra satelit juga menunjukkan landasan udara dihapus pada 2024. Laporan pers lokal yang dikaji NPR mengungkapkan klinik tersebut diresmikan pada 2025 oleh IRGC Iran Hossein Salami, yang tewas dalam serangan Israel pada akhir tahun itu.

Berbicara di samping Trump pada Sabtu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan AS terus menyelidiki apa yang terjadi di sekolah tersebut. "Kami tentu sedang menyelidiki," ujarnya. 

"Tapi satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," ucapnya.

Pentagon sendiri belum segera merespons permintaan komentar NPR mengenai video tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)