USS George H.W. Bush. (Dok. Angkatan Laut AS)
Spesifikasi USS George H.W. Bush, Kapal Induk AS yang Dikirim ke Iran
Riza Aslam Khaeron • 9 March 2026 20:10
Jakarta: Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan mengirim kapal induk USS George H.W. Bush menuju kawasan dekat Iran di tengah ketegangan Timur Tengah yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Kapal induk ini akan menyusul dua kapal induk AS yang telah dikerahkan lebih dulu, yaitu USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
Informasi ini bersumber dari laporan Fox News pada 7 Maret 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kelompok tempur kapal induk ini diperkirakan akan segera dikerahkan dan bergerak menuju Mediterania Timur, wilayah tempat USS Gerald R. Ford—kapal induk terbesar di dunia—baru-baru ini ditempatkan.
Menurut Angkatan Laut Amerika Serikat, USS George H.W. Bush telah menyelesaikan latihan pra-penugasan pada Kamis lalu.
Sementara itu, US Naval Institute melaporkan bahwa kapal induk tersebut, bersama kapal perang pengawal dan sayap udaranya (air wing), telah menyelesaikan latihan composite unit training exercise. Latihan ini merupakan tahap akhir yang wajib dijalani oleh setiap carrier strike group sebelum dinyatakan siap untuk penugasan nasional.
USS George H. W. Bush (CVN-77) merupakan kapal induk super kelas Nimitz kesepuluh sekaligus yang terakhir bagi Angkatan Laut AS. Kapal ini dinamai untuk menghormati Presiden ke-41 Amerika Serikat sekaligus Direktur Intelijen Pusat (CIA) ke-11, George H. W. Bush.
George H. W. Bush merupakan ayah dari mantan presiden George W. Bush. Ia dikenal sebagai presiden yang memimpin langsung selama Perang Teluk tahun 1990-1991 saat Irak menginvasi Kuwait.
Di era putranya, kapal-kapal induk AS sering terlibat dalam perang melawan terorisme (war on terrorism) di Timur Tengah sebagai respons atas tragedi 11 September 2001.
Lantas, seberapa canggih kapal ini? Berikut adalah penjelasannya.
Sejarah USS George H. W. Bush

Sumber: Angkatan Laut AS
USS George H.W. Bush diresmikan pada 7 Oktober 2006 dalam upacara yang dihadiri langsung oleh George H.W. Bush.
Momen ini tercatat istimewa karena ia menjadi tokoh pertama yang namanya diabadikan pada sebuah kapal induk saat masih hidup dan hadir dalam seremoni pembaptisannya.
Setelah resmi diserahkan kepada Angkatan Laut AS pada 11 Mei 2009, kapal ini ditugaskan ke Carrier Strike Group TWO untuk persiapan penugasan perdana.
Pelayaran tempur pertamanya dimulai pada 11 Mei 2011 di bawah komando Rear Adm. Nora W. Tyson, perempuan pertama yang memimpin kelompok tempur kapal induk dalam sejarah Angkatan Laut AS.
Dalam penugasan pertamanya, kapal ini mengikuti latihan Saxon Warrior, mengunjungi sejumlah negara seperti Inggris, Spanyol, Italia, Bahrain, dan Prancis, serta mendukung Operation Enduring Freedom, sebagai respons terhadap serangan 9 september 2001 Al-Qaeda dan Operation New Dawn di Irak. .
Pada penugasan selama sembilan bulan di tahun 2014, USS George H.W. Bush terlibat aktif dalam serangan di Afghanistan, Irak, dan Suriah.
Setelah menjalani perawatan di Norfolk Naval Shipyard pada 2015, kapal kembali melaut pada Juli 2016 dan memulai penugasan tempur ketiga pada Januari 2017 guna mendukung Operation Inherent Resolve yang bertujuan untuk melawan ISIS di Suriah dan Irak.
| Baca Juga: Spesifikasi USS Gerald R Ford, Kapal Induk Terbesar di Dunia |
Spesifikasi USS George H.W. Bush

USS George HW Bush berlayar menuju Pangkalan Angkatan Laut Norfolk. (MC2 Samuel Wagner/Angkatan Laut AS)
USS George H.W. Bush adalah kapal induk bertenaga nuklir yang dirancang untuk menggelar operasi udara skala besar dari tengah laut. Kapal ini memiliki dimensi yang masif dan mampu membawa puluhan pesawat tempur. Berdasarkan data dari Forecast International, berikut adalah spesifikasi teknisnya:
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Kelas Kapal | Nimitz-class aircraft carrier |
| Nomor Lambung | CVN-77 |
| Panjang Kapal | 332,9 meter |
| Panjang Garis Air | 317 meter |
| Lebar Kapal | 40,8 meter |
| Lebar Dek Penerbangan | 76,3 meter |
| Draft | 11,3 meter |
| Displacement Penuh | Sekitar 105.668 ton |
| Kecepatan Maksimum | Sekitar 31 knot (±57 km/jam) |
| Reaktor Nuklir | 2 × A4W nuclear reactors |
| Propulsi | 4 turbin uap dan 4 baling-baling |
| Katapel Pesawat | 4 × C-13 Mod 1 steam catapult |
| Elevator Pesawat | 4 unit |
| Awak Kapal | ±3.200 personel kapal |
| Personel Air Wing | ±2.800 personel |
| Kapasitas Total | Hingga sekitar 6.500 orang |