Jerman menyiapkan langkah baru untuk melawan spionase dan sabotase Rusia. (Anadolu Agency)
Jerman Siapkan Langkah Baru Hadapi Spionase dan Sabotase Rusia
Willy Haryono • 15 September 2026 20:05
Berlin: Jerman akan mengambil langkah baru untuk menghadapi upaya spionase dan sabotase di tengah ancaman serangan hibrida Rusia yang dinilai masih akan berlanjut.
Pemerintah Jerman menyampaikan keputusan tersebut setelah Dewan Keamanan Nasional menggelar rapat pada Senin, 14 September 2026.
Dikutip dari Anadolu Agency, juru bicara pemerintah Jerman Stefan Kornelius mengatakan Dewan Keamanan Nasional meninjau tingkat kerentanan Jerman terhadap ancaman hibrida, menyusul serangan drone di Bandara Leipzig bulan lalu yang menurut otoritas setempat direncanakan oleh intelijen Rusia.
“Dewan Keamanan Nasional memperoleh gambaran menyeluruh mengenai situasi tersebut,” kata Kornelius dalam pernyataan setelah rapat yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz.
Menurut Kornelius, Dewan Keamanan Nasional berasumsi Jerman akan tetap menjadi sasaran serangan hibrida Rusia.
Dewan tersebut juga melanjutkan pembahasan mengenai respons pemerintah federal terhadap serangan hibrida pada masa mendatang serta meninjau berbagai langkah yang sebelumnya telah disepakati melalui rencana aksi untuk menghadapi ancaman hibrida.
“Dewan memutuskan langkah-langkah baru untuk melawan spionase dan sabotase serta untuk melindungi infrastruktur kritis,” demikian pernyataan pemerintah Jerman.
Rapat tersebut digelar setelah beberapa pekan koordinasi intensif antara kementerian-kementerian terkait yang tergabung dalam Dewan Keamanan Nasional.
Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Kritis
Selain ancaman keamanan, Dewan Keamanan Nasional Jerman membahas upaya mengurangi ketergantungan terhadap pemasok asing untuk sektor-sektor yang dianggap penting bagi perekonomian dan keamanan negara.Pemerintah menyepakati langkah untuk mempercepat revisi aturan penyaringan investasi serta memastikan pasokan bahan baku kritis yang lebih terdiversifikasi dan tangguh.
“Dalam konteks ini, dewan memutuskan revisi cepat terhadap peraturan penyaringan investasi dan langkah-langkah untuk memastikan pasokan bahan baku kritis yang terdiversifikasi dan tangguh,” kata Kornelius.
Ia menambahkan, Dana Bahan Baku (Raw Materials Fund) yang dibentuk pemerintah tetap menjadi instrumen pembiayaan utama dalam pelaksanaan Rencana Aksi Kebijakan Bahan Baku Jerman.
Dewan Keamanan Nasional juga kembali membahas pertahanan militer dan sipil serta implikasi keamanan dari perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Jerman memandang keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan ancaman militer konvensional, tetapi juga mencakup spionase, sabotase, perlindungan infrastruktur kritis, keamanan rantai pasok, serta perkembangan teknologi strategis.
Baca juga: Eks Kanselir Jerman Angela Merkel Desak Eropa Buka Dialog dengan Rusia