Tim SAR gabungan evakuasi medis ABK Filipina dengan gangguan kesehatan di Perairan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis, 16 April 2026. ANTARA/HO-Basarnas Bali
Basarnas Evakuasi ABK Filipina yang Kejang di Perairan Benoa
Silvana Febiari • 16 April 2026 09:28
Denpasar: Basarnas Bali melakukan evakuasi medis terhadap seorang anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang mengalami gangguan kesehatan di perairan Pelabuhan Benoa. Evakuasi dilakukan dari kapal kargo M/V Athanasia C.
“Kita evakuasi ABK bernama Tagayom Lorben Tubigon (37), warga negara Filipina yang merupakan ABK kapal berbendera Marshall Islands,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya, dilansir dari Antara, Kamis, 16 April 2026.
Informasi kejadian diterima Kantor Basarnas Bali pada pukul 17.30 WITA pada Rabu, 15 April 2026, dari Zumar, selaku perwakilan agen kapal PT. Trans Cakrawala. Berdasarkan laporan, insiden tersebut diperkirakan terjadi pukul 03.00 WITA di hari yang sama di perairan Pelabuhan Benoa.
ABK Filipina tersebut sakit sejak Minggu, 12 April 2026. Namun, baru dilaporkan setelah melihat kondisinya yang semakin memburuk, ditandai terjadi kejang, tubuh kaku, gemetar, mulut berbusa, serta kehilangan kontrol buang air kecil.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Basarnas Bali langsung mengerahkan tim penyelamat. "Pada pukul 18.30 WITA, empat personel tim penyelamat tiba di Pelabuhan Benoa dan selanjutnya dengan penambahan empat personel lagi mereka bergerak menuju titik intercept yang telah disepakati menggunakan RIB 02 Denpasar," ujar Sidakarya.
Pada pukul 20.00 WITA, akhirnya RIB 02 Denpasar berhasil menjangkau kapal kargo M/V Athanasia C. Proses evakuasi dilakukan dengan metode penurunan menggunakan crane dan jaring dari kapal menuju RIB.
“Proses tersebut berjalan lancar dan selesai pada pukul 20.15 Wita,” ucapnya.

Tim SAR gabungan evakuasi medis ABK Filipina dengan gangguan kesehatan di Perairan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis, 16, April 2026. ANTARA/HO-Basarnas Bali
Tagayom Lorben Tubigon kemudian dibawa menuju Pelabuhan Benoa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Di darat, ia diserahkan kepada agen kapal dan langsung dibawa menggunakan ambulans BBKK Denpasar Pos Pelabuhan Laut Benoa menuju RS Siloam.
Dalam proses evakuasi medis ini, Kantor Basarnas Bali dibantu Ditpolairud Polda Bali, tenaga medis dari RS Siloam, serta perwakilan agen kapal. Unsur pendukung lainnya yang terlibat dalam operasi ini, antara lain TNI AL, VTS Benoa, KSOP Kelas II Benoa, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, serta BBKK Denpasar.