Bersitegang dengan Houthi, Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Yanbu dan Jazan

Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya di Yanbu dan Jazan di tengah ketegangan dengan Houthi. (Anadolu Agency)

Bersitegang dengan Houthi, Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Yanbu dan Jazan

Willy Haryono • 25 July 2026 17:39

Riyadh: Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan dini kepada warga di Kegubernuran Yanbu dan Provinsi Jazan pada Sabtu, 25 Juli 2026, terkait adanya "potensi bahaya."

Namun, beberapa saat kemudian, pihak berwenang mengumumkan bahwa ancaman tersebut telah berakhir.

Dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan National Early Warning Platform mengirimkan tiga peringatan kepada warga di Yanbu, yang berada di pesisir Laut Merah.

Otoritas tidak menjelaskan jenis ancaman yang dimaksud dalam peringatan tersebut.

Dalam pembaruan berikutnya, Pertahanan Sipil menyatakan kondisi di Yanbu telah kembali aman dan ancaman dinyatakan berakhir.

Belakangan, National Early Warning Platform juga mengeluarkan peringatan serupa bagi warga di Provinsi Jazan, yang berbatasan dengan Yaman. Tak lama setelah itu, otoritas kembali mengumumkan bahwa ancaman di wilayah tersebut juga telah berlalu.

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Pada Jumat malam, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan telah melancarkan serangan yang disebut sebagai respons proporsional terhadap sasaran militer Houthi di Provinsi Al Hudaydah, Yaman, setelah kelompok tersebut menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah.

Koalisi menegaskan Pelabuhan Al Hudaydah tidak menjadi sasaran serangan dan seluruh pelabuhan Yaman tetap terbuka bagi lalu lintas pelayaran.

Di sisi lain, kelompok Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap Pulau Kamaran serta fasilitas telekomunikasi di Al Hudaydah.

Ketegangan meningkat setelah Houthi mengancam melarang kapal-kapal yang memiliki kaitan dengan Arab Saudi melintasi Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Kelompok tersebut pada awal pekan ini mengumumkan larangan pelayaran menuju Arab Saudi, yang kemudian direspons koalisi pimpinan Riyadh dengan janji memberikan respons "tegas dan kuat" serta meningkatkan langkah-langkah pengamanan bagi kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab.

Baca juga:  Yaman Perkuat Kerja Sama dengan Koalisi Arab Saudi untuk Hadapi Houthi

(Willy Haryono)