Agrinas Palma Jajaki Kerja Sama EV dan Logistik dengan Ashok Leyland

Agrinas Palma Nusantara menjajaki peluang kerja sama dengan Ashok Leyland. Foto: dok Agrinas Palma Nusantara.

Agrinas Palma Jajaki Kerja Sama EV dan Logistik dengan Ashok Leyland

Ade Hapsari Lestarini • 24 July 2026 10:51

Jakarta: PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menerima kunjungan perusahaan otomotif global Ashok Leyland, bagian dari Hinduja Group, dalam rangka penjajakan peluang kolaborasi di bidang kendaraan komersial, kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), logistik perkebunan, serta pengembangan sektor agribisnis dan hilirisasi.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur Utama Mohammad Abdul Ghani dan turut dihadiri Wakil Direktur Utama Kusdi Sastro Kidjan, Direktur Operasional Tuhu Bangun, Direktur Bisnis Nurhidayat, serta Direktur Pemasaran Mohammad Wais Fansuri, bersama jajaran manajemen PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Dari pihak Ashok Leyland hadir jajaran pimpinan perusahaan untuk memaparkan kapabilitas dan menjajaki potensi kerja sama yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Ashok Leyland memaparkan profil perusahaan beserta kapabilitasnya sebagai salah satu produsen kendaraan komersial global, termasuk pengalaman dalam pengembangan truk, bus, kendaraan pertahanan, dan kendaraan listrik.

Sementara PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menyampaikan kebutuhan operasional perusahaan, khususnya terkait penguatan sistem logistik pengangkutan tandan buah segar (TBS) serta komitmen perusahaan dalam mendorong penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan melalui transformasi armada menuju kendaraan listrik secara bertahap.


Agrinas Palma Nusantara menjajaki peluang kerja sama dengan Ashok Leyland. Foto: dok Agrinas Palma Nusantara.
 

 

Bahas berbagai peluang kolaborasi


Diskusi juga membahas berbagai peluang kolaborasi yang berpotensi dikembangkan di masa mendatang, tidak hanya pada aspek penyediaan kendaraan operasional, tetapi juga dukungan terhadap pengembangan kawasan perkebunan, penguatan rantai pasok logistik, pengembangan bioetanol berbasis singkong, pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan baku bioavtur, hingga potensi perdagangan komoditas kelapa sawit dan produk turunannya ke pasar internasional.

Seluruh pembahasan masih berada pada tahap eksplorasi dan akan dikaji lebih lanjut sesuai kebutuhan serta prioritas bisnis masing-masing pihak. Agrinas Palma Nusantara juga menegaskan, setiap peluang pengadaan kendaraan akan tetap mengikuti mekanisme pengadaan perusahaan yang berlaku secara terbuka, transparan, kompetitif, dan akuntabel. Seluruh calon penyedia memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan pembahasan teknis lanjutan guna mendalami spesifikasi kendaraan, aspek komersial, serta berbagai peluang kolaborasi yang dinilai memiliki nilai tambah bagi kedua perusahaan. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi serta menjajaki potensi sinergi strategis yang dapat mendukung penguatan sektor perkebunan dan hilirisasi nasional di masa mendatang.

(Ade Hapsari Lestarini)