Korban Tewas di Lebanon Lampaui 1.260 Jiwa, Israel Targetkan Ibu Kota Beirut

Serangan Israel di Beirut, Lebanon. Foto: Anadolu

Korban Tewas di Lebanon Lampaui 1.260 Jiwa, Israel Targetkan Ibu Kota Beirut

Fajar Nugraha • 2 April 2026 15:49

Beirut: Kementerian Kesehatan Publik Lebanon melaporkan sedikitnya 1.268 orang tewas akibat serangan udara Israel sepanjang bulan lalu.

Dari total korban jiwa tersebut, lebih dari 125 di antaranya adalah anak-anak.

Laporan ini muncul berbarengan dengan gelombang serangan baru Israel yang menyasar pinggiran selatan ibu kota Beirut. Pusat Operasi Darurat kementerian menyatakan bahwa setidaknya 21 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka dalam rentetan serangan yang terjadi sejak hari Selasa.

Ofensif militer Israel, yang dimulai tak lama setelah serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, kini terkonsentrasi di beberapa wilayah kunci: Lebanon Selatan menjadi titik utama operasi darat dan udara. Lembah Bekaa menjadi wilayah di bagian timur yang turut menjadi target intensif, sedangkan Dahye, kawasan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis pertahanan Hizbullah.

Bencana kemanusiaan dilaporkan memburuk setelah lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi akibat pengeboman dan infiltrasi darat. Sejumlah pakar menilai skala perpindahan penduduk secara masif ini sebagai tindakan pembersihan etnis yang masuk dalam kategori kejahatan perang.

Seperti dilansir dari Anadolu, Kamis 2 April 2026, Pemerintahan koalisi sayap kanan Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berdalih bahwa eskalasi ini merupakan respons atas serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Hizbullah.

Hizbullah sendiri membuka front pertempuran sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina sejak konflik di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Namun, para analis menilai kampanye militer Israel telah melampaui tujuan teritorial dan mengadopsi kebijakan hukuman kolektif. Hal ini terlihat dari tindakan militer yang secara sistematis menghancurkan bangunan tempat tinggal, memblokir jalan-jalan strategis, serta menyerang berbagai infrastruktur sipil di seluruh Lebanon.

Hingga saat ini, komunitas internasional terus mendesak adanya gencatan senjata segera guna mencegah jumlah korban jiwa yang terus meningkat di tengah krisis kemanusiaan yang kian akut di Lebanon.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)