KWT Sumber Lestari di Desa Klodran, Karanganyar, panen sayur. (Dok: Bakom RI)
Berkat MBG, Panen Sayur KWT Karanganyar Mudah Terserap
Lukman Diah Sari • 3 April 2026 16:46
Karanganyar: Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Lestari di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bersyukur dengan keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, program MBG membuat panen sayuran yang dibudidayakan mudah terserap.
“Tinggal calling-calling saja, nanti saya siapkan untuk sayur-sayurnya. Kita tinggal konfirmasi kapan kita panen, kapan kita bisa mengirimnya,” kata Ketua KWT Sumber Lestari, Sri Utami, Jumat, 3 April 2026.

KWT Sumber Lestari.
KWT Sumber Lestari membudidayakan sejumlah sayuran, yakni selada, pokcoy, sawi, tomat, jahe, kangkung, kacang panjang, dan gambas. Sayur-mayur itu sebagian besar diserap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Biasanya, dapur MBG memesan hingga 100 kilogram sayur. Namun, karena keterbatasan anggota dan lahan, KWT Sumber Lestari baru mampu memenuhi atau memasok setengahnya.
Baca Juga :
MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Nasional
Untuk panen sayuran, KWT Sumber Lestari rata-rata membutuhkan waktu dua minggu. Harga yang ditetapkan cukup tinggi, yakni untuk satu kilogram selada dihargai Rp20 ribu.
“Jadi ada dua minggu sekali baru kita panen. Satu greenhouse ini sekitar l50 kilogram,” kata Sri.

KWT Sumber Lestari di Desa Klodran, Karanganyar, panen sayur. (Dok: Bakom RI)
KWT Sumber Lestari berdiri sejak 25 Februari 2025. KWT ini memberdayakan perempuan di empat rukun warga di Desa Klodran. Anggotanya saat ini sebanyak 18 perempuan. Untuk pengiriman, mereka terkadang mengantarkan sendiri pesanan dari dapur MBG.
“Ya, kalau pas waktu panen itu ngikut mengantar biasanya. Ikut ngantar ke SPPG-nya. Bersama-sama diangkut pakai motor,” kata Sri.