Panitia kurban Masjid Al Azhar kembali gunakan besek sebagai media pembungkus daging kurban. Foto: Metro TV/Arbida.
Masjid Al-Azhar Kembali Andalkan Besek untuk Daging Kurban
Arbida Nila Hastika • 27 May 2026 13:35
Jakarta: Panitia Kurban Masjid Agung Al-Azhar menggunakan besek sebagai wadah daging kurban sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik. Penggunaan besek telah dilakukan selama tiga tahun terakhir.
“Kami untuk tahap pertama pakai besek. Karena sudah tiga tahun, dua tahun ini kami pakai besek untuk pengkurban dan yang dekat-dekat ke sini," kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara, di kawasan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu 27 Mei 2026.
Namun, Tatang menjelaskan penggunaan besek belum bisa digunakan secara menyeluruh. Sejumlah pengemasan daging kurban tetap dilapisi kantong plastik.
Selain itu, Tatang menjelaskan panitia tidak menerapkan pengambilan langsung dalam distribusi daging kurban. Kebijakan itu diambil untuk mengantisipasi padatnya antrean.
“Kami sekarang sistemnya DO, jadi kita antar. Misalkan dari instansi pemerintah adakan beberapa di sini, kemudian pesantren-pesantren ataupun panti-panti serta perorangan kita dikirim, ya dikirim. Dan itu bisa berupa hewannya yang sudah dipotong atau berupa daging yang sudah dikemas,” jelas Tatang.

Panitia kurban Masji Agung Al Azhar mengemas daging kurban dengan besek. Foto: Metro TV/Arbida.
Pada Iduladha tahun ini, Masjid Agung Al-Azhar menerima total 14 ekor sapi dan 43 ekor kambing untuk pemotongan internal masjid. Sementara untuk keseluruhan kawasan kampus Al-Azhar, jumlah hewan kurban mencapai 27 ekor sapi dan 144 ekor kambing yang didistribusikan ke berbagai wilayah.
Tatang menyebut jumlah hewan kurban tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu sapi kurban yang disembelih berasal dari keluarga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.