Ilustrasi UMKM. Foto: Pajak.go.id
Wamenkop Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Distribusi Produk UMKM
Husen Miftahudin • 28 June 2026 18:23
Jakarta: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi jalur distribusi bagi produk UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada penjualan di daerah asal.
Farida menegaskan KDKMP dibangun bukan hanya sebagai sarana pelayanan masyarakat desa, tetapi juga sebagai pusat konsolidasi dan pemasaran produk unggulan daerah.
"Kita ingin produk ini terkonsolidasi dan didistribusikan ke seluruh jaringan koperasi di NTB, bahkan nasional," kata Farida saat berkunjung ke UMKM Sasak Maiq di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dikutip dari Antara, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Farida, keberadaan jaringan KDKMP di berbagai daerah diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Selain berfungsi sebagai jalur distribusi produk lokal, KDKMP juga diproyeksikan menjadi penyedia kebutuhan pokok masyarakat desa, seperti beras, minyak goreng, dan pupuk, dengan harga lebih terjangkau. Skema tersebut dinilai mampu menekan biaya distribusi yang selama ini cukup panjang.
Farida menjelaskan pelaku UMKM yang tergabung sebagai anggota koperasi dapat mengakses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga sekitar enam persen per tahun. Menurut dia, fasilitas pembiayaan itu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun investasi alat usaha.
"Fungsinya, saat bergabung di koperasi, bapak-ibu bisa mengakses pembiayaan bunga rendah untuk meningkatkan produksi atau membeli alat baru. Ada juga ruang agregasi untuk saling bertukar informasi pasar," jelas dia.
| Baca juga: Kadin Pecut UMKM 'Naik Kelas' Lewat Penguatan Ekosistem Digital |

(Ilustrasi, Kopdes/Kel Merah Putih. Foto: dok Istimewa)
Dorong UMKM gunakan bahan baku lokal
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas impor, Farida mengajak pelaku UMKM memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal guna memperkuat ketahanan usaha.
Ia menilai UMKM merupakan sektor yang relatif tangguh menghadapi gejolak ekonomi karena lebih dekat dengan sumber daya lokal dibandingkan industri yang bergantung pada impor.
Farida menambahkan pemerintah terus mendorong produk UMKM daerah agar mampu masuk pasar ekspor melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Smesco Indonesia dan Kementerian Perdagangan.
Ia juga mendorong pelaku UMKM di Lombok mulai melirik pasar internasional. Farida mencontohkan sejumlah koperasi di daerah lain yang telah berhasil mengekspor produk kuliner ke Malaysia dan Singapura.
"Kami di Kementerian Koperasi akan berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti Smesco dan Kementerian Perdagangan, agar UMKM kita tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional," tegas Farida.