OJK: Hasil Tinjauan MSCI Perkuat Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: dok OJK.

OJK: Hasil Tinjauan MSCI Perkuat Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Husen Miftahudin • 24 June 2026 15:42

Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan hasil tinjauan MSCI mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.

"Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan," ucap Friderica dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 24 Juni 2026.

Sejalan dengan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan hasil penilaian MSCI menjadi pengakuan atas agenda reformasi pasar modal Indonesia yang telah dijalankan sejak awal tahun.

"MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market, tetapi juga mengakui langkah-langkah reformasi yang telah dan sedang dijalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang tetap terjaga dengan baik," kata Hasan.

Menurut Hasan, pengakuan tersebut menjadi modal penting bagi pasar modal Indonesia untuk terus tumbuh dengan fondasi transparansi, integritas, dan tata kelola yang semakin kuat.

Hasan menegaskan masih terdapat sejumlah catatan dan masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Karena itu, OJK berkomitmen memperkuat komunikasi dan keterlibatan dengan penyedia indeks global, investor internasional, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan," jelas dia.

Ia menambahkan, dipertahankannya status emerging market bukan menjadi tujuan akhir. OJK akan terus mempercepat implementasi agenda reformasi pasar modal melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
 

Baca juga: Status Emerging Market RI Dipertahankan, MSCI Masih Pantau Reformasi Pasar Modal


(Logo MSCI. Foto: LinkedIn Ritesh Singhal)
 

MSCI pelototi reformasi pasar modal RI


Dalam MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis Rabu pagi, MSCI mengakui reformasi transparansi yang telah dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.

Namun, MSCI menyatakan akan terus memantau cakupan, konsistensi, dan efektivitas reformasi tersebut, khususnya terkait penentuan free float dan penilaian kelayakan investasi yang lebih luas hingga Tinjauan Indeks MSCI November 2026.

"Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market," tulis MSCI.

Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, MSCI juga merilis Global Market Accessibility Review 2026. Dalam laporan tersebut, tingkat aksesibilitas pasar Indonesia dinilai sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara emerging market di kawasan Asia-Pasifik.

Hasan menilai capaian tersebut memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor domestik maupun global.

"Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik. Hal ini didukung fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja emiten yang secara umum masih positif," ucap Hasan.

(Husen Miftahudin)