Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mulyadi Jayabaya. Metro TV/Iqbal.
Bibit Unggul Belum Merata, Pengusaha Rugi Tanam Kedelai Lokal
Muhammad Iqbal Sidiq • 10 June 2026 18:13
Jakarta: Pengusaha masih mengalami tantangan dalam mendukung program swasembada pangan. Salah satunya belum merata pasokan bibit unggul kedelai, sehingga produktivitas pertanian rendah.
"Sekarang kita tanam kedelai di Banten, belum mencapai 2 ton per satu hektare, baru 1,4 ton. Jadi kalau pengusaha ini tidak masuk hitungan, rugi," ujar Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mulyadi Jayabaya dalam forum Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Mulyadi menjelaskan produktivitas lahan baru mampu menghasilkan 1,4 ton kedelai per hektare. Dengan asumsi harga jual di pasaran sebesar Rp14.000 per/kg, pendapatan kotor yang diperoleh hanya berkisar Rp21 juta.
Mulyadi menilai pendapatan tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional sepanjang tiga bulan masa tanam, yakni mencapai Rp15,9 juta per hektare. Selisih ini membuat para pengusaha menilai sektor penanaman kedelai lokal belum menguntungkan.
Namun, permasalahan ini tidak membuat pengusaha mundur dari produksi sektor pangan. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai ketergantungan impor komoditas pangan dari luar negeri.
“Kita punya jiwa nasionalis bagaimana bibit ini supaya tersedia. Jangan ketergantungan kita selalu impor dari luar," kata Mulyadi.

Ilustrasi kedelai. Foto- Dok MI
Baca Juga:
Mendag Prioritaskan Pasokan Kedelai Impor Tetap Terjaga |
Kadin juga mendorong prioritas penyediaan serta distribusi benih lokal yang berkualitas untuk menjembatani kendala pengusaha. Kehadiran inovasi teknologi dinilai menjadi kunci utama.
Sinergi kolektif antara pengusaha, regulator, serta pendampingan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) diharapkan dapat berjalan selaras untuk membenahi tata cara budi daya serta penggunaan pupuk di daerah.
"Yang perlu disiapkan ini adalah dengan program Bapak Presiden (Presiden Prabowo Subianto), pertama itu penyediaan bibit, bibit yang unggul," ujar Mulyadi.