21 Wilayah Pesisir Ini Terancam Banjir Rob Akibat Super New Moon

Ilustrasi. Pasar dan tempat pelelangan ikan tutup akibat banjir rob. (MI)

21 Wilayah Pesisir Ini Terancam Banjir Rob Akibat Super New Moon

Silvana Febiari • 13 June 2026 20:19

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi melanda 21 wilayah pesisir. Kondisi ini diperkirakan terjadi menyusul adanya fase Super New Moon pada 15 Juni 2026.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi:

  1. Pesisir Aceh
  2. Pesisir Sumatera Utara
  3. Pesisir Kepulauan Riau
  4. Pesisir Sumatera Barat
  5. Pesisir Jambi
  6. Pesisir Kepulauan Bangka Belitung
  7. Pesisir Banten
  8. Pesisir DKI Jakarta
  9. Pesisir Jawa Barat
  10. Pesisir Jawa Tengah
  11. Pesisir Jawa Timur
  12. Pesisir Bali
  13. Pesisir Nusa Tenggara Barat
  14. Pesisir Nusa Tenggara Timur
  15. Pesisir Kalimantan Utara
  16. Pesisir Kalimantan Selatan
  17. Pesisir Kalimantan Tengah
  18. Pesisir Kalimantan Barat
  19. Pesisir Sulawesi Utara
  20. Pesisir Sulawesi Barat
  21. Pesisir Maluku

Direktorat Meteorologi Maritim BMKG menjelaskan banjir rob secara umum akan berdampak langsung pada roda ekonomi dan aktivitas harian masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. 

Beberapa sektor yang diprediksi terganggu antara lain aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di pemukiman padat pesisir, serta operasional tambak garam dan perikanan darat.


Ilustrasi - Sebagian pedestrian di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ambles akibat diterjang ombak tinggi, Kamis, 1 Jnuari 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi dampak pasang maksimum air laut tersebut serta terus memperhatikan informasi cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG.

Informasi dapat diakses melalui call center 021-6546315/18 atau BMKG 196, situs http://maritim.bmkg.go.id, serta akun media sosial @BMKGmaritim. Masyarakat juga dapat menghubungi kantor BMKG terdekat.

(Silvana Febiari)