Kontribusi Industri Baru 19% terhadap PDB, Hilirisasi Harus Tepat Sasaran

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. Foto: dok DPR.

Kontribusi Industri Baru 19% terhadap PDB, Hilirisasi Harus Tepat Sasaran

Ade Hapsari Lestarini • 9 June 2026 18:17

Jakarta: Hilirisasi dan industrialisasi menjadi dua program prioritas yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Untuk menjadi negara industri, kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setidaknya 30 persen.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah, saat Rapat Kerja Badan Anggaran DPR dengan Pemerintah tentang Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027, Selasa, 9 Juni 2026.

"Kita saat ini masih 19 persen PDB. Selain itu, pertumbuhan industri kita rerata masih di bawah pertumbuhan PDB. Pelambatan sektor industri berdampak menyusutnya kelas menengah nasional, dan orang yang bekerja di sektor formal lebih sedikit dibandingkan informal," ujar Said.


Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. Foto: dok DPR.
 


Menurut Said, membangun negara industri tidaklah mudah, namun jalan terjal harus dilalui. Said mengatakan, Indonesia harus mengetahui industri apa yang hendak dituju. Karena tidak semuanya bisa diraih bersamaan, sehingga harus ada prioritas.

"Kita perlu industri yang kalau kita menuju ke sana, dipastikan industrinya memiliki daya saing, menciptakan perluasan ekonomi, menyerap lapangan kerja, dan menjawab kebutuhan industri masa depan," kata Said.

Menurut dia, evaluasi ini penting sebelum Indonesia berjibaku mempersiapkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menopangnya, infrastruktur yang terintegrasi, ekosistem manufaktur dan inovasi, serta regulasi dan birokrasi yang efisien.

(Ade Hapsari Lestarini)