Ilustrasi. Foto: Dok MI
Himbara Catat Kinerja Keuangan Moncer di Kuartal I-2026, Ini Buktinya
Eko Nordiansyah • 23 June 2026 21:44
Jakarta: Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatat kinerja keuangan yang menggembirakan pada kuartal I 2026. Himbara terdiri dari empat bank, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Berikut kinerja keuangan keempat bank anggota Himbara:
1. Bank Mandiri
Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau bertumbuh 16,6 persen secara (year on year/yoy) pada kuartal I 2026. Bank Mandiri melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan."Kinerja ini merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang dijalankan secara terarah dan berdampak. Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan.
Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri mencatat realisasi Rp1.530 triliun atau meningkat 17,4 persen (yoy). Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen (yoy) atau lebih tinggi dari rata-rata industri pada kuartal I 2026.
Struktur pendanaan juga kuat tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau bertumbuh 12,7 persen (yoy). Sementara produktivitas operasional semakin baik, tercermin dari perbaikan rasio BOPO ke level 58 persen atau membaik 3,48 persen (yoy).
2. BRI
BRI membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun, atau tumbuh 13,7 persen secara year on year (yoy). Total aset BRI juga tercatat meningkat 7,2 persen (yoy) menjadi Rp2.250 triliun yang mempertegas peran strategis BRI dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif.Hingga akhir triwulan I-2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tumbuh sebesar 13,7 persen (yoy) menjadi Rp1.562 triliun. Dari total tersebut, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap mendominasi sebagai pilar utama bisnis BRI dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.
"Dengan pertumbuhan yang sehat dan kualitas aset yang terjaga, kami optimistis momentum ini akan terus berlanjut seiring dengan fokus BRI pada penguatan digitalisasi, manajemen risiko yang disiplin dan penciptaan nilai berkelanjutan," tegas Direktur Utama BRI Hery Gurnardi.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
3. BNI
BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp5,66 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 5,2 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Laba BNI merupakan kombinasi pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan non bunga serta kualitas aset.Selanjutnya, BNI mencatat penyaluran kredit yang sehat sebesar 20,1 persen (yoy) menjadi Rp919,3 triliun pada Maret 2026. Pencapaian dana pihak ketiga (DPK) yang kuat menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan BNI sepanjang kuartal I 2026.
"Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” kata Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena.
4. BTN
BTN membukukan laba bersih sebesar Rp1,16 triliun (bank only) atau meningkat 55,84 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp744 miliar. Pertumbuhan kinerja yang solid hingga April 2026 ini diraih di tengah dinamika likuiditas industri perbankan.Sejalan dengan pertumbuhan profitabilitas, fungsi intermediasi perseroan juga terus meningkat. Hingga April 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp344,07 triliun atau tumbuh 8,70 persen (yoy) dibandingkan April 2025 sebesar Rp316,54 triliun.
Sementara itu, total aset perseroan meningkat menjadi Rp445,70 triliun atau tumbuh 8,07 persen yoy. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat sebesar Rp357,83 triliun tumbuh 6,31 persen (yoy) dengan porsi dana murah (CASA) mencapai 50 persen dari total DPK.
"Kami optimistis transformasi yang dijalankan BTN akan terus memperkuat fundamental bisnis perseroan. Selain menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, BTN juga akan terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem perumahan nasional," ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.