Ilustrasi desain proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung. Foto: dok Brantas Abipraya.
Dorong Transformasi Transportasi, Brantas Abipraya Garap BRT Cekungan Bandung
Husen Miftahudin • 17 June 2026 21:34
Jakarta: PT Brantas Abipraya terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan infrastruktur transportasi berkelanjutan melalui proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung.
Sebagai kontraktor pelaksana, perusahaan pelat merah itu mengambil peran dalam pengembangan sistem transportasi publik yang modern, aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bandung Raya.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan proyek tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong mobilitas masyarakat yang lebih efisien.
"Brantas Abipraya mendukung penuh pengembangan transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kehadiran BRT Metropolitan Cekungan Bandung diharapkan menjadi solusi mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan di kawasan perkotaan," ujar Dian seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan proyek, Brantas Abipraya bersama para pemangku kepentingan menggelar sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Cibeunying Kidul pada Minggu, 15 Juni 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terkait rencana pekerjaan, skema manajemen lalu lintas selama masa konstruksi, serta manfaat jangka panjang setelah layanan BRT mulai beroperasi.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mendukung kelancaran pembangunan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga.
| Baca juga: Dudung Cek Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A |
Bangun jalur, halte, hingga revitalisasi trotoar
Proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung mencakup pembangunan jalur on corridor, halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi publik maupun pejalan kaki.
Selama proses konstruksi, Brantas Abipraya menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap guna mengurangi dampak terhadap mobilitas masyarakat dan pengguna jalan.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pemasangan rambu proyek, pengaturan zona kerja, jalur pedestrian sementara, serta perangkat pengamanan lain sesuai standar yang berlaku.
Dian menegaskan perusahaan membuka ruang komunikasi aktif melalui mekanisme layanan pengaduan untuk menampung masukan, saran, maupun laporan masyarakat selama proyek berlangsung.
"Kami berkomitmen menjalankan pekerjaan dengan memperhatikan keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya," kata Dian.
.jpeg)
(Ilustrasi desain proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung. Foto: dok Brantas Abipraya)
Warga harapkan dampak ekonomi positif
Perwakilan masyarakat Kelurahan Cicadas, Suherman, berharap kehadiran BRT tidak hanya membantu mengurai kemacetan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.
Menurut dia, akses transportasi yang lebih baik berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
BRT Metropolitan Cekungan Bandung menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi.
Melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan andal, sekaligus mendukung terciptanya kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Dian optimistis proyek dapat selesai sesuai target dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, mutu, dan keberlanjutan.
"Melalui pengalaman panjang dalam membangun berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, kami optimistis pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung dapat selesai sesuai target dan memberi nilai tambah bagi masyarakat serta pembangunan daerah," tutup Dian.