Dudung Cek Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A

17 June 2026 18:11

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, melakukan serangkaian kunjungan verifikasi lapangan ke proyek pembangunan PT MRT Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengawal pengendalian Proyek Strategis Nasional (PSN) serta memantau perkembangan sektor transportasi massal perkotaan di wilayah DKI Jakarta.

Mengawali rangkaian kegiatan, Kepala Staf Kepresidenan meninjau langsung kawasan Transit Oriented Development (TOD) Blok M. Peninjauan ini difokuskan pada kesiapan pengembangan kawasan mixed-use Blok M sebagai salah satu pusat integrasi transportasi dan kegiatan ekonomi. Usai melihat progres pengembangan TOD di Blok M, Dudung Abdurachman beserta rombongan bertolak menumpangi MRT menuju Stasiun Bundaran HI untuk melanjutkan agenda peninjauan utama, yakni proyek pembangunan MRT Jakarta Koridor Utara-Selatan Fase 2A (Bundaran HI-Kota).

Dalam peninjauan di titik pembangunan Fase 2A tersebut , Kepala Staf Kepresidenan melihat langsung progres konstruksi bawah tanah dan memastikan bahwa hambatan-hambatan strategis lintas instansi yang sebelumnya muncul telah berhasil diurai melalui koordinasi aktif Kantor Staf Presiden (KSP) bersama manajemen MRT Jakarta.

"Hari ini saya melihat program strategi nasional, bagaimana pembuatan MRT kelanjutan dari Bundaran HI sampai ke Stasiun Kota. Banyak beberapa hal yang sudah dilakukan oleh KSP dengan pihak MRT manajemen. Sudah tuntas, ada beberapa hambatan dan ini sudah selesai. Dan ini sekarang tinggal langsung proses pekerjaan. Tadi saya lihat ke bawah sampai kedalaman 18 meter, memang ini dikerjakan oleh putra-putra Indonesia," ujar Dudung di lokasi proyek.

Kepala Staf Kepresidenan juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kualitas pengerjaan proyek yang digarap oleh anak bangsa. Menurutnya, kualitas infrastruktur yang dihasilkan memiliki standar internasional yang membanggakan.

"Ini luar biasa saya lihat, kualitasnya sama dengan di Jepang. Keretanya lebih bagus. Dan ini pasti akan sangat bermanfaat, kemudahan-kemudahan bagi masyarakat menggunakan sarana transportasi," puji Kastaf.
Terkait dengan target operasional terdekat, Kastaf Dudung optimis bahwa jalur penghubung hingga ke kawasan Monas dapat segera dinikmati oleh masyarakat pada tahun depan.

"Operasional tahun depan lah ya. Tahun depan operasional sampai Monas, ini baru sampai Monas," jelasnya optimis.
Berdasarkan hasil verifikasi triwulan KSP bersama MRT Jakarta pada bulan Mei 2026. Per April 2026, proyek sepanjang kurang lebih 5,8 km dari Bundaran HI menuju Kota Tua ini secara umum menunjukkan tren pembangunan yang positif. Monitoring berkala terus dilakukan untuk memastikan pemenuhan target operasi Segmen 1 pada Desember 2027 dan operasi penuh pada Februari 2030 tetap berjalan sesuai garis waktu (milestone). Selain fokus pada transportasi fisik, KSP juga mendorong optimalisasi pendapatan non-tarif (non-farebox) melalui percepatan kawasan komersial terpadu Blok M Mixed-Use sebagai showcase TOD nasional yang terintegrasi sesuai mandat Perda DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 2024.

Sebagai penutup, Kepala Staf Kepresidenan menegaskan komitmen KSP untuk selalu siap menjadi jembatan penyelesaian masalah ( debottlenecking ) bagi proyek-proyek strategis nasional jika ditemukan hambatan di lapangan.

"Ya, rekomendasinya dari KSP ke MRT ya sesuai dengan waktu saja. Kemudian tenaga-tenaga yang dikerahkan profesional. Dan kalau misalnya ada hambatan-hambatan nanti segera laporkan ke kami, sehingga kami nanti bisa merealisasikan ke kementerian yang terkait," pungkas Dudung.

Sumber: Kantor Staf Kepresidenan

(Wijokongko)