Ilustrasi Anadolu
Militer Ukraina Serang Pabrik Elektronik Rudal Rusia, Lima Orang Tewas
Fajar Nugraha • 23 June 2026 09:49
Kyiv: Militer Ukraina mengklaim telah menyerang sebuah pabrik yang memproduksi komponen elektronik untuk rudal Rusia di wilayah Voronezh pada Senin, 22 Juni 2026.
Sementara itu, otoritas Rusia melaporkan lima orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Serangan terhadap Kota Voronezh yang berada kurang dari 200 kilometer dari perbatasan Ukraina itu menjadi salah satu serangan jarak jauh terbaru yang menargetkan industri pertahanan Rusia.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dan menghantam fasilitas yang disebut sebagai komponen penting dalam produksi persenjataan Rusia.
“Fasilitas itu memproduksi komponen elektronik yang digunakan dalam rudal Rusia, khususnya untuk sistem rudal taktis Iskander,” kata Staf Umum Ukraina melalui Telegram, dikutip dari India Today, Selasa, 23 Juni 2026.
Gubernur Wilayah Voronezh Alexander Gusev mengatakan sasaran utama serangan adalah sebuah fasilitas industri yang berada di tepi kiri Sungai Voronezh di ibu kota wilayah tersebut.
“Kami mengalami kerugian yang sangat besar hari ini. Akibat serangan rudal terhadap kota, lima orang tewas,” kata Gusev melalui Telegram.
Ia menambahkan puluhan warga mencari bantuan medis setelah serangan terjadi, namun sebagian besar diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Menurut Gusev, sedikitnya 10 gedung apartemen dan enam rumah pribadi mengalami kerusakan. Sebelumnya, ia menyatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan sejumlah target berkecepatan tinggi yang mengarah ke kota tersebut.
Video yang diverifikasi Reuters menunjukkan kepulan asap hitam membubung dari setidaknya dua titik di kawasan pabrik yang menjadi sasaran serangan.
Komandan pasukan drone Ukraina Robert Brovdi mengatakan unit yang dipimpinnya turut terlibat dalam operasi tersebut bersama unsur militer lainnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv meningkatkan serangan terhadap fasilitas produksi militer Rusia, terutama pabrik yang terkait dengan produksi rudal.
Meski kemampuan serangan jarak jauh Ukraina terus berkembang, serangan udara Rusia masih memiliki jangkauan yang lebih luas ke wilayah Ukraina. Pada hari yang sama, produsen drone Ukraina, General Cherry, mengungkapkan salah satu fasilitas produksinya turut menjadi sasaran serangan Rusia.