Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Kunci Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat. Foto: Dok. Istimewa.

Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Kunci Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

Fachri Audhia Hafiez • 1 September 2026 21:04

Jakarta: Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dinilai penting. Tingginya angka pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan pemerataan kesejahteraan.

“Kita ingin membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu tidak lengkap jika tidak diikuti dengan kesejahteraan bersama,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.
 


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berdampak langsung pada penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, serta penguatan daya beli masyarakat. Langkah ini krusial agar Indonesia mampu lolos dari jerat middle income trap, mengentaskan kemiskinan, dan mengikis ketimpangan sosial maupun interkoneksi antarwilayah.

AHY menambahkan, peran pembangunan infrastruktur yang kini tengah dipimpinnya di pemerintahan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup publik secara berkelanjutan.

Empowering people, connecting regions, sustaining generations. Sustainability juga menjadi satu paket. Isu lingkungan tidak boleh menjadi isu pinggiran. Dalam setiap agenda pembangunan harus kita ratakan di situ,” ujar AHY.

Selain aspek ekonomi, AHY mengaitkan kesejahteraan dengan rasa keadilan sosial dan keadilan hukum. Menurutnya, kelompok rentan seperti petani, nelayan, guru, buruh, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga wajib mendapatkan akses serta kesempatan ekonomi (economic opportunity) yang setara untuk naik kelas.

“Sejatinya, masyarakat mungkin masih bisa menerima ketika hidupnya belum terlalu sejahtera. Tapi sulit menerima ketika diperlakukan tidak adil. Jadi keadilan ini sangat hakiki dan ini harus kita perjuangkan bersama,” tegas AHY.


Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat. Foto: Dok. Istimewa.

AHY menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mengawal iklim demokrasi yang matang, bermartabat, dan berkeadaban. Kebebasan berpendapat harus tetap dijamin secara bertanggung jawab sesuai etika serta konstitusi demi kemajuan bangsa.

“Kita ingin memastikan bahwa di Indonesia tetap subur, matang demokrasi itu agar bangsa kita semakin bermartabat dan berkeadaban. Demokrat tidak ingin lepas, apalagi namanya saja Demokrat. Tidak mungkin demokrasi tidak menjadi bagian penting dari perjuangan ke depan,” kata AHY.

Sarasehan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi, tokoh, dan pakar dari berbagai bidang. Di antaranya Greg Barton dari Deakin University Australia, Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia, pengamat politik Siti Zuhro, Wapres ke-11 RI Boediono, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, akademisi Herman Siregar, serta Guru Besar Hukum International Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana. Diskusi dimoderatori Kepala BRAINS Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam.

(Fachri Audhia Hafiez)