Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
PLN IP Dorong Pemanfaatan Panas Bumi 45 MW untuk Ketahanan Energi
Eko Nordiansyah • 21 August 2026 18:48
Jakarta: Potensi panas bumi Indonesia bukan sekadar kekayaan yang tersimpan di dalam bumi, tetapi dapat diolah menjadi listrik bersih untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Untuk itu, PLN Indonesia Power menandatangani Letter of Intent (LoI) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).
LoI ini untuk pembelian tenaga listrik dari dua proyek panas bumi dengan total kapasitas 45 MW. Adapun LoI mencakup pengembangan Ulubelu Binary (bottoming) Unit berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung dan Lahendong Binary (bottoming) Unit berkapasitas 15 MW di Provinsi Sulawesi Utara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, potensi panas bumi tidak boleh berhenti sebagai angka, tetapi harus berubah menjadi energi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bahlil menyebut, Indonesia dianugerahi potensi panas bumi yang luar biasa besar.
“Namun, potensi itu tidak boleh hanya tersimpan di dalam bumi atau berhenti menjadi angka. Energinya harus kita hadirkan menjadi listrik yang memberi manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat kemandirian energi bangsa,” ujar Bahlil dikutip Jumat, 20 Agustus 2026.
Menurut Bahlil, percepatan pengembangan geothermal membutuhkan keberanian untuk mengubah potensi menjadi proyek nyata melalui kolaborasi. Ia mengungkapkan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga dunia usaha sehingga kolaborasi menjadi kunci.
“Ketika regulator, PLN, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, saya yakin kekayaan panas bumi Indonesia dapat kita optimalkan menjadi energi bersih yang andal dan menjadi kekuatan Indonesia di masa depan,” tambahnya.

(Penandatanganan Letter of Intent (LOI) bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PLN Indonesia Power. Foto: Dok istimewa)
Optimalisasi sumber daya panas bumi
Proyek memanfaatkan teknologi bottoming untuk mengolah dan memanfaakan panas dari fluida panas bumi (brine) yang belum termanfaatkan. Langkah ini menjadi bentuk optimalisasi potensi sumber daya panas bumi pada lapangan WKP eksisting sekaligus meningkatkan kapasitas pembangkitan.Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyampaikan, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, PLN IP mendorong optimalisasi potensi tersebut menjadi energi bersih. Dalam pipeline perencanaan kerjasama strategis ini, total potensi kapasitas pengembangan mencapai 230 MW.
“Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Menurut Bernadus, percepatan transisi energi membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Melalui pengembangan Lahendong dan Ulubelu bersama PGE, PLN IP memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan energi bersih yang andal, sekaligus mendorong sistem energi nasional yang hijau, tangguh, dan mandiri.
“Sinergi antara PLN, PLN Indonesia Power, PGE, pemerintah, investor, dan seluruh pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat hadirnya pembangkit bersih yang andal dan berkelanjutan,” kata dia.