Makam Imam Reza. (Wikimedia Commons)
Sejarah dan Nilai Agama Makam Imam Reza, Pusara bagi Ali Khamenei
Riza Aslam Khaeron • 8 July 2026 19:38
Jakarta: Mendiang Pemimpin Agung Iran (Rahbar), Ali Khamenei, akhirnya dimakamkan setelah penantian selama berbulan-bulan akibat ketegangan perang yang pecah pasca-pembunuhannya oleh pihak Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari 2026.
Lautan pelayat berpakaian hitam membanjiri ibu kota Iran, Teheran, untuk menghadiri rangkaian prosesi pemakaman mendiang rahbar yang dimulai sejak Sabtu, 4 Juli 2026, dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, 9 Juli 2026. Di tengah prosesi tersebut, kerumunan massa terus meneriakkan kecaman dan tuntutan kematian bagi Presiden AS Donald Trump serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu."Kami di sini bukan untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya, kami di sini untuk menuntut balas. Dan kami pasti akan membalas dendam," ucap Fatima Hassan, salah satu pelayat, seperti dikutip dari Times of Israel.
Jasad sang rahbar dijadwalkan akan dimakamkan esok hari di Makam Imam Reza di Mashhad, Provinsi Khorasan, yang merupakan kota kelahiran Khamenei sekaligus salah satu kota paling suci bagi penganut Islam Syiah.
Situs ini memiliki nilai budaya dan keagamaan yang sangat kuat bagi rakyat Iran serta komunitas Syiah di seluruh dunia, bahkan telah masuk dalam Daftar Sementara UNESCO (Tentative List) sejak 2017 untuk dipertimbangkan sebagai Warisan Dunia.
Berikut adalah catatan sejarah mengenai Makam Imam Reza di kota suci Mashhad.
Sejarah Makam Imam Reza

Lukisan Makam Imam Reza tahun 1813 oleh Mahmoud Saba. (Wikimedia Commons)
Mengutip laman resmi organisasi keagamaan Iran, Sibtayn International Foundation, jauh sebelum bertransformasi menjadi salah satu kota paling sakral di dunia Syiah, Mashhad dulunya merupakan sebuah desa kecil terpencil bernama Sanabad.
Pada akhir abad ke-2 Hijriah, kawasan Sanabad ini dikenal sebagai lokasi istana musim panas milik Humaid bin Qahtabah, Gubernur Khorasan saat itu. Sejarah besar Sanabad dimulai ketika Khalifah Abbasiyah, Harun al-Rashid, wafat di Toos pada tahun 193 H / 808 M saat memimpin ekspedisi militer, dan kemudian dimakamkan di dalam aula istana Humaid bin Qahtabah, penguasa Khorasan saat itu, di desa tersebut.
Titik balik yang mengubah wajah Sanabad selamanya terjadi pada akhir bulan Safar 203 H / 5 September 818 M. Imam Ali bin Musa atau Imam Reza dalam bahasa Persia, imam ke-8 dalam tradisi Syiah mazhab Dua Belas Imam, yang disebut merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW, wafat sebagai martir atas perintah Khalifah Abbasiyah Al-Ma'mun dan dimakamkan tepat di samping makam Harun al-Rashid di istana yang sama.
Sejak peristiwa tersebut, makam Imam Reza berubah menjadi pusat ziarah utama bagi kaum Syiah dan para pencinta Ahlul Bait (keluarga dan keturunan Rasulullah) dari berbagai belahan dunia. Lambat laun, desa Sanabad pun berkembang pesat menjadi kota metropolitan yang ramai dan dikenal dengan nama Mashhad ar-Reza, yang secara harfiah berarti "tempat syahidnya sang martir."
Tidak mengherankan jika Ali Khamenei akan dimakamkan di tempat mulia ini, mengingat statusnya sebagai tokoh sentral penganut Syiah dan dipandang oleh pengikutnya sebagai "martir" akibat serangan AS-Israel.
Daftar Tokoh yang Dimakamkan di Kompleks Makam Reza

Khamenei mendoakan jenzah sebelum dimakamkan di Makam Reza. (Mehr)
Berikut adalah 10 dari segudang tokoh penting yang dimakamkan atau memiliki kaitan erat dengan kompleks pemakaman Makam Imam Reza di Mashhad:
- Imam Ali al-Ridha / Imam Reza
Imam kedelapan dalam tradisi Syiah Dua Belas Imam; makam utamanya berada di jantung kompleks suci ini. - Harun al-Rashid
Khalifah dinasti Abbasiyah; dimakamkan lebih awal di lokasi yang kemudian hari berkembang menjadi kompleks makam Imam Reza. - Sheikh Baha’i / Baha al-Din al-Amili
Seorang ulama besar, filsuf, arsitek, dan ilmuwan terkemuka pada era Safawiyah; makamnya terletak di dalam area makam utama. - Sheikh Hurr al-Amili
Ulama ahli hadis Syiah kenamaan sekaligus penyusun kitab monumental Wasa’il al-Shia; jasadnya disemayamkan di kompleks ini. - Sheikh Tabarsi / Amin al-Islam al-Tabarsi
Mufasir (ahli tafsir Al-Qur'an) Syiah terkemuka dan penulis kitab Majma al-Bayan; makamnya berada di area dekat pintu masuk kompleks. - Abbas Mirza
Putra mahkota Dinasti Qajar sekaligus tokoh penting dalam reformasi militer modern Iran; dimakamkan di area Dar al-Huffaz di dalam kompleks makam. - Allahverdi Khan
Seorang jenderal besar Iran berdarah Georgia yang hidup pada era Safawiyah; tercatat dimakamkan di salah satu bagian kompleks makam. - Manouchehr Eghbal
Mantan Perdana Menteri Iran dan mantan CEO perusahaan minyak nasional National Iranian Oil Company (NIOC). - Asadollah Alam
Mantan Perdana Menteri Iran serta Menteri Istana yang berpengaruh pada masa kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi. - Ebrahim Raisi
Presiden Iran periode 2021–2024; dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza setelah tewas dalam kecelakaan helikopter.
Nilai Keagamaan Ziarah ke Makam Imam Reza
.jpg)
Penziarah Makam Imam Reza tahun 2022. (Tehran Times)
Menurut laporan Tehran Times pada tahun 2022, setengah juta peziarah mengunjungi Makam ini setiap harinya. Tingginya antusiasme ini tidak lepas dari nilai-nilai spiritualitas yang kerap ditegaskan dalam berbagai hadis Syiah.
Salah satunya diriwayatkan dalam kitab Uyun Akhbar ar-Ridha karya Syekh Shaduq, di mana Ali bin Abi Thalib bersabda, bersandarkan pada otoritas Rasulullah SAW:
"Salah satu belahan jiwa dan darah dagingku akan dimakamkan di tanah Khorasan. Allah SWT pasti akan melenyapkan kesedihan dari setiap orang yang berduka yang berziarah ke makamnya (Imam Ali ar-Ridha). Allah juga pasti akan mengampuni dosa-dosa setiap orang berdosa yang berziarah ke makamnya." (Al-Shaduq, Uyun Akhbar ar-Ridha, Jilid 2, Bab 66, Riwayat ke-1)Selain itu, terdapat hadis lain yang diriwayatkan dari Abu al-Hasan Musa bin Ja'far (a.s.), imam ketujuh dalam mazhab Dua Belas Syiah dan ayah Imam Reza, yang menyatakan:
"Barang siapa yang menziarahi makam putraku, Ali (Reza), maka baginya di sisi Allah pahala yang setara dengan 70 ibadah haji yang mabrur." (Syekh Shaduq, Al-Amali, Majelis 25, Hadis ke-6; Uyun Akhbar ar-Ridha, Bab 66)Hadis lain juga menjanjikan balasan berupa surga bagi umat yang menyempatkan diri mengunjungi makam suci ini.